Tekan Penularan Covid-19, Ombudsman Banten Minta Pemda Tegas Tutup Tempat Wisata

Pariwisata & Budaya  JUM'AT, 20 MARET 2020 , 02:09:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Tekan Penularan Covid-19, Ombudsman Banten Minta Pemda Tegas Tutup Tempat Wisata

Kepala Ombusdman Banten, Dedy Irsan/Dok

RMOLBANTEN. Ombudsman RI Perwakilan Banten mengimbau kepada seluruh Pemerintah Daerah agar menutup sementara tempat wisata dan pusat perbelanjaan yanng ada di tempat wisata tersebut.

Penutupan dalam rangka melancarkan program yang dicanangkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah menekan peularan virus corona atau Covid-19.

Demikian imbauan disampaikan Kepala Ombudsman Banten Dedy Irsan dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, sesaat lalu (Jumat, 20/3).
 
Menurut Dedy, banyak masyarakat justru memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk mengalihkan kegiatan belajar dan kerja di rumah malah untuk liburan. Masyarakat banyak yang pergi ke pantai, bermain ke mall dan lokasi wisata lainnya.

PadahaBerdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Kamis (19/3), sebanyak 27 warga Banten dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19). Sementara yang meninggal menjadi dua orang.

"Untuk melancarkan program pemerintah perlu adanya andil dari masyarakat, bukan hanya pemerintah," terang Dedy.

"Peran serta orang tua juga sangat diperlukan untuk menasehati anak-anaknya agar tidak pergi berlibur. Jadi jangan sampai karena diliburkan (berkegiatan di rumah) malah pindah ke tempat lainnya,” sambungnya.

Dedy meminta ketegasan Pemda untuk menutup sementara tempat liburan, selain untuk menekan penyebaran virus corona, tujuan awalnya supaya program 14 hari kerja dan belajar di rumah dapat berhasil.

Kata Dedy, menjadi percuma, jika yang satu membuka dan lainnya menutup, itu menjadi tidak akan efektif.

"Soal informasi pantai di Kabupaten Pandeglang ramai oleh pengunjung. Apakah hanya dibuka pada hari Minggu atau memang dibuka setiap hari. Tentunya kita perlu ada cross check benar atau tidaknya,” tambah Dedy.

Pemerintah imbau Dedy, juga perlu melakukan pengawasan di tempat-tempat yang berpotensi jadi keramaian dan rawan penyebaran virus.

"Jadi ini sifatnya masih imbauan karena kepala daerah sendiri yang lebih tahu, kira-kira berpotensi atau tidak tempat tersebut rawan Corona. Tapi kan hari ini sudah semakin menyebar itu artinya lebih bagus jika kita mencegah daripada berdampak yang tidak baik,” ujar Dedy.

Selain itu, kata Dedy, mengantisipasi potensi kerugian bagi para pelaku usaha pariwisata khususnya bagi usaha kecil dan menengah, diharapkan Pemerintah Daerah baik Kota maupun Kabupaten di Wilayah Provinsi Banten bisa merealokasikan APBD untuk memberi bantuan  sementara secara wajar.

"Jangan sampai merugikan salah satu pihak, semua harus mau berkorban, karena memang situasinya sedang tidak normal," pungkas Dedy. [ars]


Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds