Tangkapan Ikan Menurun, Nelayan: Kalau Ga Melaut Makan Apa

Ekbis  SELASA, 24 MARET 2020 , 23:07:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Tangkapan Ikan Menurun, Nelayan: Kalau Ga Melaut Makan Apa

Jemur ikan asin/RAG

RMOLBANTEN. Merebaknya virus corona atau Covid-19 di Indonesia berimbas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat termasuk di Kota Serang.  

Selain pariwisata yang sepi, juga berdampak bagi para nelayan. Sejak virus ini merebak, penghasilan para nelayan pun turun dari hari biasanya.

Wahid salah satu nelayan yang di temui di Kampung Bugis, Kelurahan Banten, Kasemen, Kota Serang menuturkan, dirinya masih melaut meski ada himbauan dari pemerintah untuk berdiam diri di rumah.

"Mau bagaimana lagi kalau tidak keluar sehari atau dua hari saja sudah pusing apalagi kalau suruh di rumah selama 14 hari," kata Wahid sambil membuat jaring penangkap ikan, Selasa (24/3).

Meski tetap melaut dikatakan Wahid, penghasilan ikan tangkapannya menurun di banding hari biasa. Jika hari mampu menangkap ikan sampai 50 kg sekarang paling 15 kg.

Harga udang dan cumi yang biasanya 1 Kilogram Rp 100 ribu, untuk saat ini, dikatakan Wahid mengalami penurunan harga jadi cuma Rp 60 per kilogram  

"Cumi juga begitu biasanya dijual satu kilogram itu Rp 60-65 ribu sekarang paling mahal saja harganya cuma Rp 47 ribu," tuturnya.

Pria yang sudah 17 tahun menjadi nelayan ini menuturkan, untuk sekali melaut biasa menghabiskan 50-60 liter perhari, berangkat pukul 06.00 wib dan kembali ke darat sekitar pukul 16.00 WIB sore.
 
"Kalau terlalu dipikirin usaha itu gak tenang, tapi kalau memang ada subsidi dari pemerintah saya siap tinggal di rumah saja," ujar pria tiga anak ini.

Penurunan penjualan juga dirasakan oleh produsen ikan asin di Karang Antu. Seperti yang dituturkan oleh Arifudin, dirinya mengaku penjualan ikan asin mengalami penurunan.

"Iyah ini gara-gara Corona jadi turun penjualannya biasanya jual 50 Kg sekarang cuma 30 kg infonya karena pasar-pasar di Kota sepi," ujarnya.

Dirinya menuturkan biasa menjual ikan asin jenis Ikan Layang dan dijual Rp 25 ribu setiap satu kilogram dan Ikan Lembing dijual seharga Rp 25 ribu per kilogram.

"Biasanya sih ikan asin hasil produksi ini, ada yang beli ke sini dan dijual di Pasar Rangkas, Cikeusal, Pamarayan dan Cikande," tuturnya. 

Dirinya mengaku, meski khawatir adanya virus corona, terpaksa harus tetap memproduksi dan menjual ikan asin sebab kalau tidak bekerja dari mana memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Kalau gak kerja gak makan, saya pasrah saja pada Allah," tutup Arifudin yang bergegas akan memasukan ikan asin yang tadi dijemur ke dalam tempat yang telah disediakan.

Sementara itu berdasarkan data dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Serang ada sekitar 1.654 anggota dan 38 pengurus.

"Dari jumlah anggota itu ada sekitar 40 persen atau sekitar 540 an nelayan yang tidak melaut mewaspadai adanya korona ini. Yang jelas bagi nelayan mah penghasilan menurun," kata Ketua HNSI Kota Serang, Didin Hasanudin.

Dikatakan Didin, para nelayan ini ada yang takut keluar rumah ada yang tidak takut untuk melaut. Malah nelayan yang sudah tua tetap ke laut sebab kalau nggak ke laut nggak makan.

"Harapannya akan imbauan pemerintah itu jangan keluar ya kan kalau nggak keluar otomatis kan nggak kerja yah ada bantuan atau jaminan dari pemerintah. Kalau nggak melaut otomatis di rumah saja nah nggak dapat uang," tutupnya. [ars]


Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds