7 Pasien Covid-19 Masuk RSU Banten, Pusat Berikan Jatah 3.600 Rapid Test

Pemprov Banten  KAMIS, 26 MARET 2020 , 00:23:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

7 Pasien Covid-19 Masuk RSU Banten, Pusat Berikan Jatah 3.600 Rapid Test

Serah terima bantuan alat rapid test/RAG

RMOLBANTEN. Rumah Sakit Umum (RSU) Banten saat ini sedang menangani tujuh orang pasien virus corona baru atau Covid-19. Dan masih menunggu rujukan dari RS lainnya.

Sementara itu, pemerintah pusat memberikan jatah rapid test (alat cepat pengecekan virus corona) untuk delapan kabupaten/kota se-provinsi sebanyak 3.600 buah.

Diketahui, sejak Rabu (25/3) RS Banten sudah mulai beroperasi menangangi pasein Covid-19. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya pasien.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid 19 Pemprov Banten yang juga Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, hingga saat ini RSU Banten sudah menangani tujuh pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

"Yang masuk sudah tujuh orang. Tetapi saat ini kami sedang menunggu rujukan dari 14 rumah sakit. Karena RSU Banten adalah RS rujukan pusat covid se provinsi Banten oleh karenanya kami hanya menerima pasien rujukan PDP yg berasal dari seluruh kabupaten/kota se Provinsi Banten,” katanya, Rabu (25/3).

Ati menjelaskan, RSU Banten hanya akan melakukan pengambilan sampel swab (air liur) jika pasien yang dirujuk belum melakukannya di RS pertama.

"Jika pasien yg dirujuk belum dilakukan swab kami yang melakukan swab. Kecuali, bila swab sudah dilakukan di RS pertama, kami tidak melakukan. Pemeriksaan swab ulang  menunggu hasil dari pemeriksaan yang pertama. Dan masing-masing RS sedang menyiapkan pasien-pasien yang akan dirujuk. Sejauh ini kami masih memprioritaskan rujukan dari  RS di wilayah Provinsi Banten,” ujar Ati.

"Kami juga melakukan skrining melalui PIC (person in charge) di masing-masing RS yang akan merujuk ke PIC di RSU Banten untuk menjelaskan kondisi pasien yang akan dirujuk tersebut,” sambungnya.

Tekait rencana rapid tes, lanjut Ati, Provinsi Banten mendapatkan 3.600 rapid test dari pemerintah pusat yang akan didistribusikan ke delapan kabupaten/kota dan RSU Banten sebagai RS pusat rujukan Covid-19 di Banten.

Rapid test sendiri akan diprioritaskan untuk PDP (pasien dalam pengawasan), orang dengan pengawasan (ODP), petugas kesehatan yang kontak dengan PDP, masayakat yang melakukan kontak dengan kasus positif.

"Bantuan rapid test dari pemerintah pusat baru kami terima tadi pagi, dan besok (hari ini) akan kami distribusikan ke Dinkes kabupaten/kota dan RSU Banten. Senin kemarin kami juga menerima bantuan APD (alat pelindung diri) berupa baju cover sebanyak 5.000 buah, dan ini pun sudah kami distribusikan melalui dinkes kabupaten/kota dan RSU Banten,” katanya.

"Untuk itu, kami juga melakukan upaya menekan angka (penyeberan) Covid-19 di Banten. Diantaranya, melakukan komunikasi resiko secara langsung dan tidak langsung, physical distancing (tidak melakukan kontak fisik), disinfektan tempat-tempat umum, WFH (work from home/bekerja dari rumah), sekolah dari rumah, tracking kontak klinis dan non klinis, penambahan ruang isolasi, pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok dan alat-alat kesehatan,” tambah Ati.

Terkait kapasitas ruang isolasi untuk pasien Covid 19 di RSU Banten, Ati menuturkan, sebanyak 250 ruang isolasi telah disediakan untuk penanganan pasien corona. Mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga media, pihaknya juga menyiapkan, 650 orang yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga penunjang umum.

Pihaknya juga terus menambah sarana prasarana di antaranya dengan 17 unit hepa filter, menambah 37 unit ruang ventilator dalam dua tahap, serta menyediakan berbagai ruang sesuai standar prosedur. RSUD Banten akan melakukan operasional khusus pada 25 Maret 2020,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, DPRD Banten langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hal itu dilakuan untuk mengecek langsung persiapan RSU Banten dalam menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona Virus (Covid-19).

Ketua DPRD Banten, Andra Soni mengaku  puas dengan kesiapan dari ruang-ruang isolasi RS Banten.

Menurutnya, berbagai peralatan medis dan kelengkepan kesehatan lainnya juga sudah mulai terlihat, termasuk ruang-ruang isolasi bagi penanganan pasien covid-19 kondisinya semuanya sudah apik.

Kendati masih ada sejumlah perbaikan yang harus terus dipenuhi nantinya, dengan harapan agar nantinya RS Banten ini benar-benar siap untuk menangani semua pasien covid-19 yang masuk.

Ratusan tenaga medis telah dipersiapkan untuk menangani pasien covid-19 di RS Banten yang akan diterjunkan mulai besok, dalam menangani pasien covid-19 di Banten, pasca perubahan status RS Banten menjadi RS Covid-19 mulai hari besok.

"Sudah sangat terlihat. Dan mudah-mudahan kedepan kita benar-benar siap,” kata Andra usai sidak di RSU Banten, Cipocock Jaya, Kota Serang, Selasa (24/3).

Andra mengaku, DPRD Banten mendukung penuh terhadap langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak RS Banten dalam menangani pasien covid-19, termasuk mengenai anggaran agar kedepan nantinya bisa ditambah apabila dirasa masih belum cukup.

Terpisah, Dirut RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho mengatakan, tenaga medis yang diturunkan untuk menangani pasien Covid-19 selama 14 hari ke depan tidak diperkenankan pulang ke rumah. [dzk]

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds