PKS: Kebijakan Penanganan Corona Bukan Sekadar Imbauan

Politik  JUM'AT, 27 MARET 2020 , 01:09:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

PKS: Kebijakan Penanganan Corona Bukan Sekadar Imbauan

Presiden PKS Sohibul Iman PB IDI/Net

RMOLBANTEN. Apapun kebijakan pemerintah soal corona atau Covid-19 tidak boleh hanya sebatas imbauan tanpa adanya ketegasan dalam menerapkan.

Demikian disampaikan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, usai pertemuan dengan PB IDI di Jakarta, Kamis (26/3).

Sejak awal PKS menyarankan agar dilakukan lockdown secara parsial di daerah-daerah yang tinggi mobilitas dengan luar negeri.

Tetapi yang dipilih oleh Pemerintah saat ini adalah imbauan soal social distancing.

Baik lockdown parsial maupun social distancing bukan soal  tidak cocok dengan budaya bangsa Indonesia. Tetapi soal kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat.

"Jadi yang harus dilakukan pemerintah mau mengambil lockdown wilayah atau mau mengambil social distancing itu adalah menindaklanjutinya dengan mendisiplikan warga dan warga patuh pada pemerintah," terang Sohibul.

Pilihan pemerintah saat ini yakni social distancing akan tidak berdampak kala tidak ada penegakan aturan.

"Kami sepakat dengan Ketua Umum IDI. Kalau kita pilih social distancing tapi nggak ada enforcement, sama saja. Libatkanlah Babinsa, RT/RW, tetap enforcementnya harus tegas. Kebijakan jangan tanggung-tanggung," urainya.

Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengatakan Pemerintah harus melakukan penguatan dari kebijakan yang tidak diambil.

"Apa itu penguatan? kami meminta pemerintah tidak hanya mengimbau tapi melakukan pengawalan dan pengawasan," katanya.

Kata Daeng Faqih ada dua yang PB IDI minta untuk pengawalan dan pengawasan. Pertama kalai social distancing jangan hanya diimbau untuk kesadaran masyarakat tapi betul-betul diawasi.

Kedua, karantina rumah itu betul betul diawasi karena karantina rumah ini strategis untuk memutus mata rantai.

Jika tidak ada penindakan yang tegas, kata Daeng, peningkatan kasus akan terus berlimpah. Ia khawatir jika kasus terus naik tenaga kesehatan akan kewalahan dan terjadi seperti di uar negeri.

"Kapasitas pelayanan itu sudah terlampaui. Sekarang rumah sakit yang tersedia sudah terlampaui kapasitasnya itu jangan diulangi. Jadi mohon kalau lockdown tidak diambil, maka lakukanlah pengawasan yang ketat terhadap social distancing dan karantina rumah," demikian Daeng. [dzk]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds