COVID-19

Komnas HAM RI: Bukan Darurat Sipil Yang Dibutuhkan Tapi Darurat Kesehatan

Politik  SENIN, 30 MARET 2020 , 20:04:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Komnas HAM RI: Bukan Darurat Sipil Yang Dibutuhkan Tapi Darurat Kesehatan

Choirul Anam (tengah)/Net

RMOLBANTEN. Kebijakan darurat sipil saat ini sedang diwacanakan. Sejumlah pihak menilai tak relevan dengan situasi pandemik Covid-19 yang dihadapi Indonesia. Baca: Untuk Menjernihkan Twit Sebelumnya, Fadjroel Rachman Keluarkan Rilis PSBB

Alih-alih darurat sipil, yang terjadi saat ini justru darurat kesehatan yang mengancam keselamatan warga negara.

Demikian disampaikan Komisioner Komnas HAM RI, Choirul Anam dalam keterangannya, Senin (30/3).

"Yang kita butuhkan darurat kesehatan nasional. Darurat kesehatan bertujuan memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terancam," terangnya.

Darurat sipil dan kesehatan terang Choirul sangat berbeda jauh.

Ia menjelaskan, tujuan dari darurat sipil biasanya untuk memastikan roda pemerintahan berjalan dengan tertib.

Sedangkan darurat kesehatan lebih kepada menjamin perlindungan dari negara.

"Dari prespektif tujuan saja berbeda jauh," jelasnya.

Ia berpandangan untuk saat ini, yang paling dibutuhkan adalah solidaritas sosial dan kerja sama yang serius dari semua pihak. Termasuk masyarakat yang tidak terdampak Covid-19 kepada sesamanya mesti ditingkatkan.

"Karenanya, dalam situasi Covid-19 yang terus meningkat, belum maksimalnya sarana prasana yang digunakan memerangi Covid-19 ini, harusnya darurat kesehatan," tegasnya.

"Misalkan mendorong keaktifan perangkat pemerintahan terkecil, seperti RT dan RW termasuk Puskesmas menjadi garda komunikasi terdepan dan lain-lain. Paradigma penyelesaian dan exit strateginya berbeda, ancamannya juga berbeda," pungkas Choirul Anam seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOLID. [obi] 

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds