Muhammadiyah Tegaskan Bukan Perilaku Islami Menolak Jenazah Covid-19

Nusantara  KAMIS, 02 APRIL 2020 , 00:54:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Muhammadiyah Tegaskan Bukan Perilaku Islami Menolak Jenazah Covid-19

Abdul Mu'ti/Net

RMOLBANTEN. Menyikapi wabah Coronavirus Disease (Covid-19), masyarakat diimbau untuk tidak berlebihan. Apalagi sampai menolak jenazah yang terinfeksi Covid-19.

Hal itu seperti yang terjadi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Masyarakat diminta untuk tetap memperluakukan korban dari keganasan virus corona itu secara manusiawi.

"Masyarakat hendaknya tidak berlebihan dalam menyikapi mereka yang terpapar virus corona baik yang masih dalam pantauan, sakit, atau wafat. Mereka tetap harus kita perlakukan secara manusiawi dengan penuh penerimaan dan kasih-sayang," ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadyah Abdul Mu'ti, Rabu (1/4).  

Menurut Abdul Mu'ti, jika jenazah tersebut beragama Islam sedianya masyarakat mesti memperlakukan layaknya seorang muslim meninggal dunia.

"Jika mereka beragama Islam, hak mereka sebagai Muslim harus kita dinaikan," tuturnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat akan penularan virus mematikan itu, terang Abdul Mu'ti di dalam Islam telah diatur kondisi darurat sekalipun. Namun, tetap harus manusiawi terhadap sesamanya.  

"Salah satunya apabila ada yang meninggal kita rawat sebagaimana tuntutan Syariat: dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dimakamkan. Karena kondisinya tentu tidak semuanya. Kewajiban itu bersifat fardhu kifayah. Cukup diwakili oleh petugas medis atau keluarga yang sangat dekat apabila sehat dan kuat," jelasnya.

Menolak jenazah bukanlah perilaku yang diajarkan agama Islam.

Justru, seyogyanya seorang muslim harus memberikan doa serta menguatkan keluarganya yang ditinggalkan.

"Menolak jenazah korban Covid-19 bukanlah perilaku Islami. Tugas kita justru membangkitkan optimisme keluarga yang ditinggalkan dan menerima mereka sebagai bagian dari masyarakat. Kita ringankan dengan membantu dan menerima mereka dengan sepenuhnya," pungkas Abdul Mu'ti seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk] 

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds