APD Langka, Anggaran Ratusan Miliar Untuk Penanganan Corona Terancam Tak Terpakai

Kesehatan  KAMIS, 02 APRIL 2020 , 20:52:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

APD Langka, Anggaran Ratusan Miliar Untuk Penanganan Corona Terancam Tak Terpakai

Ilustrasi/NET

RMOLBANTEN. Pemprov Banten mengaku kesulitan mendapatkan alat perlengkapan diri (APD) yang diperuntukan bagi tenaga medis dalam menangani wabah virus corona (Covid-19). Padahal dana yang telah disiapkan sebesar Rp125 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji Hastuti membenarkan saat ini pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan pengadaan APD.

"APD sangat sulit, kabupaten/kota dan provinsi sudah punya anggaran. Provinsi sudah menganggarkan dari BTT (Belanja Tak Terduga) senilai Rp 125 miliar yang ada di dua OPD yaitu untuk pencegahan di BPBD dan kasus yang sifatnya kuratif oleh Dinkes. Ini semua untuk mendukung RSU Banten," kata Ati kepada wartawan di Kantor Dinkes Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis, (2/4/2020).

Lebih lanjut, Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Banten itu juga mengungkapkan, pemprov juga telah memberikan kemudahan kepada kabupaten/kota untuk melakukan pengadaan APD sendiri. Salah satunya menyetujui penggunaan bantuan keuangan (bankeu) untuk bisa digunakan seluruhnya dalam penagangan corona. Meski begitu, lanjut Ati, yang menjadi permasalahan saat ini dari hari ke hari harga APD mengalami kenaikan.

"Padahal kita punya uang. Dan kelangkaan APD juga setiap hari harga naik tanpa rasional. Ini lah yang menyebabkan kami punya uang tapi sulit mendapatkannya," ujarnya.

"Kayak di RSUD kebutuhan APD tiap harinya itu mencapai 450 APD. Tapi dari adanya bantuan dari swasta untuk satu bulan ini cukup. Tapi berikutnya kita memesan secara bertahap," sambungnya.

Ati menjelaskan, Kemenkes juga telah memberikan bantuan APD sebanyak 12.500 buah. Dan bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke kabupaten/kota melalui Dinkes masing-masing dan rumah sakit yang telah ditunjuk Pemprov Banten.

"Bantuan pusat ini kami distribusikan ke kabupaten/kota. Dilakukan dari mulai minggu lalu, karena APD ini datangnya berjenjang, pertama ada 5.000 pada 22 Maret kita langsung disitrbusikan di 23 Maret. Dan terahir tadi malam datang lagi 7.000 APD dan pagi harinya sudah kita distribusikan ke kabupaten/kota. Dan pendistribusian juga disesuaikan dengan banyaknya kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan kasus positif (confirm) Covid-19 yang ditangani. Jadi tidak kita sebar merata tapi sesuai kebutuhan," katanya.

Terkait adanya informasi tenaga medis di salah satu rumah sakit di Kabupaten Lebak yang memakai jas hujan sebagai pengganti APD, Ati menilai hal itu sudah merupakan resiko tenaga medis.
"Saya selaku Kepala Dinkes ingin seluruh insan kesehatan harus bekerja, tapi juga harus aman. Dan walaupun belum bisa menyediakan APD, bukan karena anggaran tapi karena kelangkaan. Makanya ada banyak sekali kreatifvitas dari tenaga medis. Bahkan bagaimana cara melakukan atau membuat APD untuk di RS swasta dan puskesmas banyak menjahit. Tetapi untuk yang benar-benar menangani pasien PDP atau pun konfirm harus memenuhi standar," tandasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds