Saling Bantah Pembantunya, Tunjukan Presiden Tidak Mampu Kendalikan Menteri

Politik  SABTU, 04 APRIL 2020 , 12:33:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Saling Bantah Pembantunya, Tunjukan Presiden Tidak Mampu Kendalikan Menteri

Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie: Repro

RMOLBANTEN. Di tengah penyebaran virus corona baru atau Covid-19 dari Wuhan, Hubei, China, rakyat berharap pemerintahan dapat bekerja efektif menekan jumlah korban terinfeksi.

Namun faktanya, bukannya satu pintu malah terjadi aksi saling bantah di kalangan pejabat pemerintah sendiri yang mengkhawatirkan.

Terbaru pernyataan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono yang menegasikan keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly membebaskan ribuan napi, termasuk napi kasus korupsi, narkoba, dan terorisme.

Keputusan ini diambil Kemenkumham untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dini berpendapat, napi untuk ketiga perkara itu seharusnya tidak boleh dibebaskan. Dia memahami alasan yang digunakan Yasona Laoly dan Kemenkumham.

Tetapi seharusnya, Kemenkumham juga harus memiliki kriteria yang jelas mengenai pembebasan ini.

Melihat situasi itu, anggota Ombdusman RI, Alvin Lie, menyampaikan pernyataan Staf Khusus Presiden ini memberikan petunjuk bahwa setidaknya Presiden tidak mampu mengendalikan menteri.

"(Atau) menteri punya agenda sendiri yg berbeda dari visi dan misi Presiden,” ujarnya.

"Tetapi, bisa jadi juga justru Staf Khusus Presiden yang tidak tahu bahwa Menkumham sebenarnya melaksanakan perintah Presiden,” sambung Alvin Lie.

Terkait dengan pembebasan napi kasus korupsi, Alvin Li mengatakan, hal itu memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap pemberantasan korupsi telah sirna. [dzk] 

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds