Siapkan Kuburan Khusus, Pemprov Banten Anggarkan Rp 2,4 T Untuk Tangani Covid-19

Pemprov Banten  SELASA, 07 APRIL 2020 , 01:01:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Siapkan Kuburan Khusus, Pemprov Banten Anggarkan Rp 2,4 T Untuk Tangani Covid-19

Pemakaman pasien Covid-19/Net

RMOLBANTEN. Pemprov Banten menyiapkan desain anggaran untuk menanggulangi masyarakat yang terdampak Covid-19. Skema anggaran melalui social safety net atau jaring pengaman sosial. Dana yang disiapkan hampir 30 persennyadari APBD atausekitar Rp 2,4 triliun.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) antara Komisi V DPRD Banten dengan gugus tugas penanganan Covid-19 di  ruang paripurna DPRD Banten,l, Senin (6/4).

Infromasi dihimpun, Pemprov Banten menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk 4,4 juta warga Banten atau 40 persen dari total 10 juta warga Banten.

Ketua Komisi V DPRD Banten, M Nizar mengatakan, angka tersebut merupakan proyeksi dari Pemprov.

"Itu kan baru desain, dengan asumsi. Belum pasti. Yang sudah pasti itu anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) senilai Rp 161 miliar itu untuk penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan (Dinkes), RSU Banten dan BPBD Banten," kata Nizar usai acara.

Terkait rakor, dijelaskan Nizar, Komisi V tetap melakukan pengawasan dan evaluasi. Temasuk terkait penggunaan anggaran.

"Semenjak Mendagri menyampaikan bahwa gubernur boleh menggeser anggaran tanpa melibatkan DPRD ini sudah terjadi perubahan (anggaran) beberapa kali. Dan kita tudak pernah tahu. Dan kita tahunya dari media bukan dari lembaga resmi. Makanya Komisi V memanggil OPD dan gugus tugas," jelasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, pihaknya masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres).

Pihaknya juga belum bisa memastikan berapa anggaran yang akan dipakai untuk jaring pengaman sosial.

"Belum bisa sampaikan. Nanti takut salah dab blunder. Tapi kita masih rancang dengan asusmi tanggal 8 April sudah beres," kata Rina.

Terkait rencana Pemprov Banten menyediakan lahan untuk pemakanan khusus berkaitan dengan kasus virus korona atau Covid-19 yang bertempat di Kota Serang, Rina menjelaskan, rencana pengadaan lahan untuk pemakanan khusus terkait kasus corona masuk dalam program pergeseran anggaran tahap kedua yang kini sedang dilakukan pembahasan.

Diketahui, lahan tersebut berada di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan dengan luas 1 hektare melalui skema pembebasan lahan.

"Rencana iya (anggaran pembebasan dari pergeseran anggaran tahap II) karena kita ingin paripurna menempatkan itu (penanganan virus korona). Sementara (luasnya) satu hektare," ungkapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Muhtarom mengatakan, terkait pandemik Covid-19, pemprov telah mengambil sejumlah langkah dalam proses pencegahan dan penanganannya.

Salah satu langkah yang akan dilakukannya adalah menyiapkan pemakaman terkait kasus corona.

"Menyiapkan lahan pemakaman ketika ada korban meninggal," kata Muhtarom.

Dijelaskan Muhtarom, untuk merealisasikannya pihaknya telah mencari lahannya. Adapun opsi saat ini adalah di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Pihaknya kini sedang menyiapkan anggarannya.

"Tinggal nanti menyiapkan anggarannya, nanti ke arah sana eksekusinya," jelasnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti memaparkan, per 5 April Rumah Sakit Umum (RSU) Banten sebagai RS usat rujukan corona telah merawat 136 pasien.

Dari jumlah tersebut 124 merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) dan 12 kasus konfirmasi.

"99 pasien masih dirawat, 18 sembuh dan 19 meninggal dunia. 19 pasien yang meninggal dunia itu 17 yang PDP dan 2 dari kasus konfirmasi positif korona. Mereka yang dirawat di RSU Banten merupakan rujukan dari RS rujukan lainnya di Banten dengan gejala berat," kata Ati.

Sedangkan, informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id per 6 April hingga pukul 20.00 WIB, dari 136 kasus positif selain yang meninggal terdapat juga 107 pasien yang masih dirawat, 10 telah sembuh dan 19 dinyatakan meninggal dunia. Adapun rinciannya, Kabupaten Tangerang 29 dirawat, 3 sembuh dan 2 meninggal. Kota Tangerang 33 dirawat, 5 sembuh dan 8 meninggal. Kota Tangerang Selatan 45 dirawat, 2 sembuh dan 9 meninggal.

Untuk kategori PDP berjumlah 475 kasus terdiri atas 384 dirawat, 47 sembuh dan 44 meninggal. Rinciannya, Kabupaten pandeglang 3 dirawat, 6 sembuh dan 3 meninggal, Kabupaten Lebak 3 dirawat, Kabupaten Tangerang 52 dirawat, 14 sembuh dan 10 meninggal.

Kabupaten Serang 5 dirawat, 7 sembuh dan 2 meninggal, Kota Tangerang 154 dirawat, 15 sembuh dan 4 meninggal dunia, Kota Cilegon 1 dirawat dan 2 sembuh. Kota serang 6 dirawat dan 3 sembuh serta Kota Tangerang Selatan 160 dirawat dan 25 meninggal.

Kemudian untuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 3.435 orang terdiri atas 2.529 dipantau dan 906 sembuh. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 494 dipantau dan 226 sembuh, Kabupaten Lebak 161 dipantau dan 115 sembuh, kabupaten Tangerang 135 dipantau dan 158 sembuh.

Kabupaten Serang 415 dirawat dan 134 sembuh, Kota Tangerang 598 dipantau dan 45 sembuh, Kota Cilegon 168 dipantau dan 167 sembuh. Kota Serang 124 dipantau dan 45 sembuh serta Kota Tangerang Selatan 434 dipantau dan 16 sembuh. [dzk]

    



Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds