Butuh Rp 2,1 T Tiap Bulan, BPS: 40 Persen Masyarakat Banten Ekonominya Tergerus Covid-19

Pemprov Banten  KAMIS, 16 APRIL 2020 , 21:27:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Butuh Rp 2,1 T Tiap Bulan, BPS: 40 Persen Masyarakat Banten Ekonominya Tergerus Covid-19

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Akibat pandemik virus corona atau Covid-19 di Provinisi Banten, diperkirakan 40 persen masyarakat secara ekonomi tergerus.

Untuk membacupnya dibutuhkan sedikitnya Rp 2,1 triliun per bulan untuk membantu mereka.
    
Informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banten kebutuhan penanganan virus corona dibutuhkan sebesar Rp 2,1 triliun setiap bulannya. Anggaran tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah corona.

Kepala BPS Banten, Adi Wiryana mengungkapkan, sedikitnya ada 40 persen warga Banten terdampak Covid-19 dan masuk kedalam kategori berpenghasilan rendah.

"Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan pihak BPS Banten. Sebenarnya hitungan kita lebih, ada 40 persen penduduk berpenghasilan rendah. Hitung-hitungan kita sekitar Rp 2,1 triliun per bulan,” terang Adi Wiryana, Kamis (16/4).
 
Atas kondisi tersebut kata Adi, pihaknya memperkirakan bagi warga yang belum tercover APBD Banten, kemungkinan nantinya akan ditanggung oleh APBD Kabupaten/ kota.

Selain dua sumber tersebut, pendanaan juga dapat dilakukan melalui realokasi Dana Desa yang bersumber dari APBN, dan dari bantuan pemerintah pusat.

"670 ribu kepala keluarga (KK) mungkin hanya kota saja, sebab yang desa menggunakan dana desa,” jelasnya.

Meski begitu, Adi belum bisa menyebutkan, berapa total keseluruhan masyarakat Banten yang terdampak covid-19, mana-mana yang akan ditanggung APBD Kabupaten-kota, pemerintah pusat dan mana-mana saja masyarakat lainnya yang akan ditanggung dari dana Desa yang bersumber dari APBN.

"Berapa pastinya, sebaiknya ke Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah),” ujarnya.

Pihaknya kata Adi, tidak dilibatkan sampai pada urusan pendataan kepada masyarakat Banten hingga pada tingkat paling bawah pasca kejadinlan covid-19 ini.

"Rencana pak Gubernur melalui Dinsos, bertahap melalui Bupati/Walikota hingga RT . BPS tidak dilibatkan, kami cuma diminta bantuan hitung-hitungan makronya saja,” katanya.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, Rina Dewiyanti mengaku pihaknya masih menunggu hasil validasi data masyarakat yang terdampak Covid-19 di lapangan.

"Masih menunggu. Data valid belum diterima,” katanya.

Ia juga membenarkan jika saat ini kabupaten/kota masih melakukan proses validasi data masyarakat yang terdampak.

"Masih proses clean and clear,” katanya.

Saat ditanya kapan dana untuk jaring pengaman sosial atau social safety net akan dicairkan, Rina mengaku, hal itu masih dalam proses. Meski begitu, dirinya menegaskan secara anggaran pemprov sudah siap.

"Masih on proses. (Anggaran) sudah siap,” ujarnya.

Sebelumnya, Rina juga mengatakan, sebanyak 670 ribu KK akan mendapatkan bantuan dana dari Pemprov Banten akibat terdampak Covid-19.

Dimana, proses pencairanya nanti akan diberikan langsung kepada penerima melalui rekening. [dzk]

Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds