Rencana Fraksi Golkar Interpelasi Kebijakan WH Terhadap Bank Banten Bakal Masuk Angin

Politik  SELASA, 28 APRIL 2020 , 20:47:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Rencana Fraksi Golkar Interpelasi Kebijakan WH Terhadap Bank Banten Bakal Masuk Angin

Wagub Andika Hazrumy/Repro

RMOLBANTEN. Langkah Fraksi Golkar DPRD Banten yang akan berencana melakukan interplasi terhadao gaya Koboi Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) bakal kandas atau masuk angin di tengah jalan.

Pasalnya Pengurus DPP Golkar sekaligus Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, kebijakan pemindahan rekening kas umum daerah dan merger Bank Banten ke Bank Jabar Banten (BJB) dinilainya upaya sangat ideal.

"Ini langkah konkret. Karena beberapa waktu lalu kita juga analisa skema dengan mencarikan investor. Tapi menemui titik buntu," kata Andika Hazrumy saat ditemui di KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan, dalam proses pengembangan Bank Banten harus didasari latar belakang pembentukan.

"Kita harus urut dari awal. Dari proses akuisisi dari sebelumnya Bank Pundi menjadi Bank Banten. Kita lihat persoalannya seperti apa. Hingga saat saya dan Pak WH menjabat seperti apa kondisinya," jelasnya.

Andika menilai, dalam melakukan penyelamatan Bank Banten harus dilakukan secara komprehensif dan tidak setengah-tengah.

"Percuma disuntik Rp 2 triliun kalau nggak diperkuat manajemennya," terangnya.

Terkait perubahan nama Bank Banten pasca merger, Andika menyerhakan sepenuhnya kepada pemilik saham.

"Yang terpenting harus ada nama Banten nya. Itu teknis. Tapi (terpenting) bagaimana merger ini dapat menyelamatkan Bank Banten. Apalagi kan kita tahu saat diakuisisi dari Bank Pundi punya kantor cabang di Indonesia, dan ini yang kita pikirkan," ujar Andika.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Banten, Suparman menanyakan langkah WH dalam memindahkan Rekening KUD dari Bank Banten ke BJB.

Masyarakat saat ini sedang bertahan di rumah masing-masing karena menghindari virus korona panik dan khawatir uang miliknya malah raib, sehingga terjadilah penarikan uang besar-besaran atau biasa disebut rush money.

"Kekhawatiran itu wajar mengingat aktivitas pekerjaan sudah tidak normal dan malah banyak yang sudah di PHK dan dirumahkan," terang Suparman.

Diketahui, Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Banten No 580/Kep-144-Huk /2020 tentang penunjukan bank pembangunan daerah BJB kantor cabang khusus Banten sebagai tempat penyimpanan uang milik pemerintah Provinsi Banten yang sebelumnya bank kas daerah tersebut yakni Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten.

Dalam surat Keputusan Gubernur Banten yang ditetapkan tanggal 21 April 2020 itu, terdapat dua poin poin keputusan yang ada di dalamnya, pertama menunjuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB cabang khusus Banten sebagai tempat penyimpanan uang milik Pemprov Banten.

Kedua, dengan ditetapkannya keputusan gubernur ini, keputusan Gubernur Banten Nomor 584/Kep.117-Huk/2020 tentang penunjukan Bank Banten Cabang Khusus Serang sebagai tempat penyimpanan uang milik Pemprov Banten dan penetapan rekening kas umum daerah Provinsi Banten pada Bank Banten Cabang Khusus Serang tahun anggaran 2020 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. [ars] 


Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds