Kejari Pelototi Anggaran Refocusing Rp 160,35 Miliar di Kabupaten Lebak

Hukum  SABTU, 02 MEI 2020 , 20:40:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Kejari Pelototi Anggaran Refocusing Rp 160,35 Miliar di Kabupaten Lebak

Ilustrasi/NET

RMOLBANTEN. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Lebak agar transparan dalam penyaluran anggaran refocusing bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat yang terkena dampak wabah virus corona.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak Edi Winarko kepada awak media, Sabtu (2/5).

Menurut Edi bantuan Jaring Pengaman Sosial  yang sudah dianggarkan oleh pemerintah tersebut harus tetap sasaran.

"Anggaran bantuan JPS di Kabupaten Lebak berjumlah Rp 160,35 Miliar, itu anggaran yang sangat luar biasa dibandingkan dengan Kota Tanggerang yang berjumlah Rp 95 Miliar. Anggaran yang dialokasikan harus benar-benar tepat sasaran," tegasnya.

Edi berpesan kepada Oranisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam implementasi penyaluran anggaran dana Covid-19 untuk warga yang terdampak tidak ada penyimpangan seperti contoh di daerah lain yang memang pernah terjadi.

Edi mencontohkan pelanggaran-pelanggaran yang rentan terjadi bisa saja dari segi pengadaan-pengadaan barang mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), Masker, dll.

"Bisa saja dari pengadaan dari alat kesehatan seperti sudah kadaluarsa terus dibeli, semoga untuk di Kabupaten Lebak tidak terjadi," terang Edi.

Tak hanya itu, Kejari Lebak juga menyoroti sejumlah Posko-posko pemantauan yang ada di setiap perbatasan akses masuk ke Kabupaten Lebak.

Menurut Edi mekanisme kerjanya harus jelas dan seperti apa model pelaporan setiap harinya. Karena menurut Edi mereka yang berjaga anggaranya besar dalam setiap harinya.

"Ada 10 Pos penjagaan di setiap perbatasan Kabupaten Lebak, mereka yang saat ini berjaga di Pos Check Poin itu terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Petugas Kesehatan dari Puskesmas terdekat dan Dishub. Mereka yang berjaga kan per satu orang Rp 100 ribu," terangnya.

Nanti petugas yang bertanggung jawab harus profesional seandainya ada petugas dari setiap pos yang tidak jaga jangan sampai dihitung dan dibayar.’’tegas Edi.

Edi menyebut pihak Kejari dalam hal penanganan  anggaran Covid-19 hanya mendampingii dari segi hukum. Sementara kata Edi untuk pelaksanaanya dia tidak mengetahui secara detail.

"Kalau ada permasalahan hukum, nanti kita yang akan menanganinya, kalau ada kendala-kendala di lapangan tentu harus diminimalisir. Jangan sampai tumpang tindih dana penyalun  dan data-data penyaluran bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," tutur Edi.

Masih kata Edi, pihaknya berharap kepada BPBD dan Dinas Koperasi atau OPD lain bisa memberdayakan UMKM yang ada di Kabupaten Lebak.

Menurutnya mereka yang memang berprofesi menjadi pengusaha nasi bisa diajak kerja sama dalam pengadaan makanan untuk petugas yang berjaga.

"Nanti itu kan bisa memakai jasa petugas catering untuk mengadakan makanan bagi petugas yang berjaga di masing-masing pos penjagaan. Jadi perputaran uang di Kabupaten Lebak meski pademi tetap hidup," tutup Edi.

Diketahui, Pemkab Lebak menyebut sampai saat ini dana refocusing anggaran untuk jaring pengaman sosial (JPS) dan ekonomi di Kabupaten Lebak sendiri berjumlah Rp 160,35 Miliar.

Kepala Pelaksana Tugas (Plt) dari Dinas Pengelolaan dan Aset Daeah (DPKAD) Kabupaten Lebak Budi Santoso, mengatakan alokasi anggaran tersebut nanti akan dikelola masing-masing OPD di Kabupaten Lebak.

"Itu untuk semua OPD, Kalau mekanisme penerimaan, silahkan nanti kawan-kawan media bisa komunikasi ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Lebak, karena mereka yang mengetahui dan mempunyai data. Kita pastikan akan transparan," ucapnya. [ars]


Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds