Bullying Terhadap Anak Rampas Kreativitas

Kesehatan  RABU, 06 MEI 2020 , 10:45:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Bullying Terhadap Anak Rampas Kreativitas

TIndakan bulying terhadak anak AHY/Repro

RMOLBANTEN. Cyberbulling atau perundungan digital lewat media sosial yang dialami Almira Tunggadewi Yudhoyono, putri dari Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi perhatian banyak kalangan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)bahkan ikut meminta netizen menghentikan merundung cucu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Menurut Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, Sani Budiantini Hermawan , psikologi anak dalam mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya mengandung dua hal.

Yakni, kepolosan dan kejujuran. Jauh dari unsur-unsur manipulatif, apalagi rekayasa.

Secara keilmuan psikologi anak, justru orang dewasalah yang harus bijak menempatkan diri dalam melihat atau bersikap terhadap kreativitas ide-ide yang disampaikan anak tersebut.

"Dalam kasus Aira, jangan karena kebetulan ayahnya adalah ketua umum partai politik, lantas segala hal yang ditampilkan ke hadapan publik dipandang berhubungan langsung dengan aktivitas orang tuanya," kata Sani.

"Sangat tidak bijak apabila ada orang dewasa yang menyikapi demikian,” terang Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia (UI), Selasa (5/5).

Ruang media sosial yang menjadi aktivitas keseharian masyarakat pada saat ini, harusnya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dengan cara baik dan beretika.
Khususnya untuk hal-hal yang terkait dengan anak.

Sani meminta para netizen jangan sampai memberi komentar yang ada hubungannya dengan aktivitas anak justru dimanipulasi untuk kepentingan tertentu dari orang dewasa yang memanfaatkannya.

"Akan muncul rasa insecure, tidak aman, tidak nyaman dan akhirnya muncul rasa tidak percaya diri bagi anak. Hal ini sangat berbahaya karena dapat merampas ide-ide yang harusnya muncul dengan cerdas, genuine dan hebat justru tidak terjadi," katanya.

"Ide-ide yang muncul dari seorang anak, apalagi jika sudah sampai di ruang publik, harusnya dilindungi dan diberikan apresiasi. Bukan malah dibully dan dikait-kaitkan dengan aktivitas orang tuanya,” tegasnya.

Sani meminta kepada masyarakat, jangan karena perbedaan pilihan politik, lantas dengan segala cara termasuk melakukan perundungan kepada seorang anak menjadi dihalalkan.

"Sangat tidak bijak, tidak etis dan berbahaya," terangnya.

Diketahui, pada (2/5) lalu, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Almira mendapat tugas dari sekolah untuk membuat pidato berbahasa Inggris terkait usulan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

AHY kemudian mengunggah naskah pidato putrinya melalui akun media sosial.

Namun unggahan tersebut menuai berbagai tanggapan karena diangkat menjadi bahan pemberitaan oleh media.

Ibunda Almira, Annisa Pohan, menduga bahwa putrinya yang masih di bawah umur telah menjadi korban olok-olokan politik dari salah satu akun media sosial @Dennysiregar7 di twitter.

Sebagai seorang ibu, Annisa berusaha melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo dan KPAI terkait olok-olokan tersebut melalui akun media sosialnya. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds