Ekonomi Memburuk, Gelora Imbau Pemkot Tangsel Segera Ambil Langkah Penyelamatan

Kota Tangerang Selatan  KAMIS, 07 MEI 2020 , 13:42:00 WIB | LAPORAN: ROBI

Ekonomi Memburuk, Gelora Imbau Pemkot Tangsel Segera Ambil Langkah Penyelamatan

Subkhan AS/Repro

RMOLBANTEN. Pemerintah Kota Tangsel diminta segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk menyelamatkan kondisi kritis pengangguran dan memburuknya ekonomi karena terjangan pandemik virus corona atau Covid-19.

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran terbuka (TPT) sebanyak 6,88 juta per Februari 2020.

Angka tersebut naik 0,06 juta orang dibandingkan posisi Februari 2019 yang mencapai 6,82 juta orang. Angka pengangguran ini belum termasuk jumlah pengangguran yang terjadi selama pandemik virus corona atau Covid-19.

Angka tersebut juga menunjukan kalau pertumbuhan ekonomi tidak sesuai rencana. Angka pengangguran terbuka lebar.

Di Provinsi Banten sendiri angka pengangguran mencapai sekitar 550,400 orang atau penyumbang terbesar angka pengangguran dengan presentase 8 persen dari jumlah pengangguran nasional.

Sekum DPD Partai Gelora Indonesia, Kota Tangerang Selatan, Subkhan AS, menyebut persoalan pengangguran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan Kabupaten/Kota.

Salah satu penyebab begitu besarnya pertumbuhan jumlah pengangguran ini disebabkan karena, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 hanya tumbuh 2,97 persen. Terlebih saat ini Indonesia juga tengah menghadapi bencana pandemik Covid-19.

Berdasarkan catatannya, saat ini di kota Tangerang Selatan ada sekitar 65 persen kegiatan usaha yang terdampak akibat mewabahnya Covid-19.

Kondisi tersebut kata Subkhan sangat mengkhawatirkan, pasalnya hampir sebagian besar kegiatan usaha mengurangi atau bahkan menghentikan kegiatan usahanya. Akibatnya sejumlah tenaga kerja mau tidak mau dirumahkan sementara bahkan sudah banyak yang kena PHK.  

"Hampir semua sektor kegiatan usaha terdampak. Di satu sisi, masyarakat harus menjaga kesehatan agar tidak terdampak Covid-19, tapi dilain sisi, masyarakat juga harus memenuhi kebutuhan pokoknya," terang Subkhan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5).

"Mereka tidak bisa lagi melakukan kegiatan usahanya dengan leluasa atau bahkan beberapa harus rela kehilangan matapencahariannya karena harus dirumahkan. Ini kondisi yang sangat dilematis," sambungnya.

Atas kondisi itu, Subkhan mendesak kepada pemerintah Kota Tangsel agar segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk menyelamatkan kondisi kritis ini.

Menurutnya, salah satu yang dapat dilakukan pemerintah kota Tangsel adalah dengan melakukan perlindungan kepada pelaku kegiatan usaha.

Hal ini ditujukan agar kegiatan roda perekonomian tetap berjalan. Selain itu, pemerintah juga mesti menjaga daya beli masyarakat dengan memberikan insentif yang fokus pada upaya membangkitkan kegiatan ekonomi lokal, seperti kegiatan UMKM.

"Kami melihat di tengah pandemik ini, masih ada sebagian kecil sektor UMKM yang hidup bahkan cenderung mengalami pertumbuhan yang bagus. Mereka yang bertahan mengandalkan jejaring pemasaran online dan ini cukup mendapat respon yang baik dari masyarakat," ujar Subkhan.

Di tengah kondisi seperti ini, kata Subkhan, industri UMKM mestinya bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Alasan senderhana masyarakat membutuhkan produk alternatif sesuai dengan kondisi ekonomi hari ini.

"Dan harusnya UMKM jadi solusi. Sebab varian produk dan harga yang ditawarkan UMKM jauh lebih kompetitif sehingga masyarakat beralih memburu produk UMKM," katanya.

Menurut Subkhan, langkah-langkah yang dapat dilakukan Pemkot misalnya, memangkas kewajiban pembayaran pajak penghasilan dan usaha selama pandemik Covid-19, memberikan dana bantuan tunai kepada masyarakat terdampak baik secara kesehatan maupun yang kehilangan pekerjaan secara tepat dan merata.

Kemudian, membangun atau memfasilitasi infrastruktur kegiatan promosi produk-produk lokal atau UMKM melalui situs online milik Pemkot Tangsel.

"Ini mesti dilakukan dengan tindakan yang terukur dan tepat. Pasalnya, sektor properti dan hiburan yang menjadi andalan pemasukan pendapatan daerah Kota Tangerang Selatan sudah tidak dapat diharapkan di tengah kondisi ekonomi yang sedang kritis seperti saat ini," katanya.

Perekonomian daerah yang kuat akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

"Ini menjadi penting untuk memacu perekonomian nasional," demikian Subkhan. [dzk]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds