COVID-19

Bukan PHK, 6000 Karyawan Nikomas Di Serang Mengundurkan Diri Khusus

Ekbis  JUM'AT, 15 MEI 2020 , 22:07:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Bukan PHK, 6000 Karyawan Nikomas Di Serang Mengundurkan Diri Khusus

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Sebagai upaya untuk menstabilkan perusahaan di tengah pandemik Covid-19 ini, PT Nikomas Gemilang yang beralamat di Kibin Kabupaten Serang ini, melakukan pengunduran diri khusus secara sukarela.

Hingga saat ini tercatat sekitar 6000 karyawan mengundurkan diri dari perusahaan  yang bergerak di bidang usaha industri sepatu yang memproduksi beberapa brand multinasional seperti Nike, Adidas, Puma, Asics dan Saucony.

Disnakertrans membantah kalau penguduran diri khusus itu sama dengan PHK.

Kabid Hubungan Industri dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang Iwan Setiawan mengatakan pengunduran diri khusus ini merupakan satu program dari Nikomas tapi bukan PHK.

"Sebetulnya bukan PHK tapi pengunduran diri khusus, mungkin ada karyawan yang sudah bosan gitu, saat ini dikasih program pengunduran khusus diberi waktu sampai terakhir 20 Mei," katanya, saat dikonfirmasi Rmolbanten, Jumat (15/5).

Kata Iwan, hal ini dilakukan oleh Nikomas untuk menstabilkan perusahaan karena penjualan turun, begitu juga event olahraga seperti Olimpiade diundur dan ekspor impor juga tersendat.

Pengunduran diri ini, tidak ada paksaan sudah berkoordinasi dengan serikat pekerja yang ada di Nikomas. Jadi ternyata banyak bukan 5000 nyampe 6000 karyawan," katanya.

Sementara itu dikatakan Iwan, untuk pembayaran gaji dan THR bagi yang mengundurkan diri akan dibayar penuh begitu juga dengan pesangon sebesar satu kali gaji sesuai peraturan menteri.

"Gajih dibayar penuh, THR, sama pesangon 1 kali gaji sesuai peraturan menteri," tuturnya.  

Secara keseluruhan dijelaskan Iwan, dengan dampak Covid-19 ini industri di kabupaten serang agak tersendat tapi untuk berjalannya ekonomi, mereka tetap kerja sesuai protokoler kesehatan.  

"Untuk THR dari Disnaker untuk dibayar penuh, tapi ada intruksi mentei kalau perusahaan berat silahkan dibayar bertahap tapi ada pembicaraan dengan karyawannya," tutup Iwan. [dzk]

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds