Sengkarut Bang Banten, PDIP Resmi Ajukan Interplasi Gaya Koboi WH

Politik  SELASA, 19 MEI 2020 , 03:59:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Sengkarut Bang Banten, PDIP Resmi Ajukan Interplasi Gaya Koboi WH

Ketua Fraksi PDIP, Muhlis (tengah)/Net

RMOLBANTEN. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banten telah menyatakan resmi mengajukan hak interplasi kepada Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) terkait gaya koboi pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) dari Bank Banten (BB) ke Bank Jabar Banten (bjb).Baca: WH Alihkan Bank Banten Ke BJB, Fraksi PDIP Buka Opsi Hak Interpelasi
 
Bahkan partai bergambar Banteng Moncong Putih itu telah bersiap mengatur startegi dengan  mengajak sesama anggota DPRD dari fraksi-fraksi lainya agar melakukan hal yang sama.
   
Keputusan dan langkah tersebut setelah seluruh Anggota Fraksi PDIP melakukan rapat internal di kantor DPD PDI P Banten di Ciracas Kota Serang, Senin malam (18/5).
 
Melalui  Ketua Fraksi PDI P DPRD Banten, Muhlis menyatakan segera merapatkan barisan.

"Hasil dari arahan DPD Partai dan kajian analisa secara mendalam dan perkembangan yang terjadi di lapangan terkait kebijakan gubernur tentang Bank Banten, maka kami akan secara resmi menggunakan hak interpelasi guna meminta penjelasan Gubernur Banten terkait pemindahan RKUD tersebut,” jelas Muhlis dalam keterangannya secara tertulis.

Bahkan pihaknya, akan berkoordinasi dan melakukan konsolidasi dengan anggota DPRD lainnya untuk sama-sama mengusulkan hak interpelasi tersebut.

Namun disisi lain, ia meminta maaf apabila langkah yang diambilnya ini dapat membuat gaduh masyarakat.

"Hal tersebut kami lakukan karena kami menilai kebijakan gubernur yang tergesa gesa itu telah memberikan dampak luas bagi masyarakat, baik secara nilai ataupun secara sosial, ekonomi dan lain lain," terangnya.

"Kami menggunakan hak ini adalah untuk memposisikan diri dalam kepentingan masyarakat Banten secara luas,” klaimnya.
 
Diketahui, pada tanggal 22 April 2020 WH mengeluarkan surat keputusan pemindahan RKUD dari BB ke bjb. Keputusan yang disampaikan WH tersebut mulai efektif sehari kemudian, tanggal 23 April.

Akibat kebijakan tersebut terjadi rush money atau penarikan uang secara besar-besaran oleh nasbah. [dzk]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds