Polisi Amankan Terduga Pengedar Upal Di Kabupaten Serang

Hukum  SELASA, 19 MEI 2020 , 18:16:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Polisi Amankan Terduga Pengedar Upal Di Kabupaten Serang

Ilustrasi Upal/Net

RMOLBANTEN. Serangkaian aksi kejahatan konvesional mulai pencurian, perampokan sampai peredaran uang palsu (Upal) mulai bermunculan bermunculan mendekati lebaran Idul Fitri ini.

Di wilayah hukum Kabupaten Serang, Selasa (19/5) dini hari, personil Unit Polsek Petir, Polres Serang mengungkap peredaran Upal dengan menagaankan satu tersangka.

Adapun upal yang diamankan senilai Rp 4,4 juta dengan rincian pecahan Rp 50 ribu sebanyak 60 lembar serta pecahan Rp 20 ribu sebanyak 70 lembar.

Selain barang bukti uang upal, turut diamankan seperangkat komputer berikut printer dan kertas HVS untuk mencetak upal.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan pengungkapan kasus peredaran Upal itu itu bermula dari laporan masyarakat bahwa akan ada transaksi uang palsu di daerah Desa Kampung Baru, Kecamatan Petir.

Berbekal dua laporan itu, Tim Unit Reskrim yang dipimpin Bripka Rizal Nusa Bakti langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

"Dalam penyelidikan, petugas berhasil menangkap tersangka MD alias Saprol, 28, warga Desa Pakuluran, Kecamatan Keroncong, Kabupaten Pandeglang saat menunggu pembeli upal. Dari tersangka kita amankan ratusan lembar pecahan 50 dan 20 rupiah," ungkap Kapolres didampingi Kapolsek Petir AKP Ramses Panjaitan.

Dalam pengembangan, petugas juga mengamankan seperangkat komputer, berikut printer dan kertas.

Dengan ditemukan seperangkat komputer, diduga tersangka Saprol juga mencetak upal.

Pasalnya dalam komputer ditemukan dokumen berbagai gambar pecahan uang kertas, namun hal itu dibantah oleh tersangka.

"Tersangka membantah mencetak upal tapi akan kami kembangkan lagi," terang Mariyono.

Terkait barang bukti upal yang diamankan, kata Mariyono, tersangka mengaku mendapatkan dari seorang warga Kragilan yang identitas sudah diketahui dan masih dalam pencarian.

Tersangka mengaku uang upal sebanyak Rp 4,4 juta sedianya akan dijual kepada seseorang yang mengaku warga Cadasari seharga Rp 1 juta.

"Tersangka mengaku baru sekali menjual upal," kata Mariyono.

Mariyono meminta masyarakat waspada saat bertransaksi dengan menggunakan uang tunai. Karena saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, sering menjadi celah para pelaku kejahatan.

Mariyono juga meminta masyarakat untuk tidak segan melapor ke pihak kepolisian jika menemukan uang palsu. Sebab peran aktif masyarakat akan sangat membantu.

"Masyarakat kalau memang menemukan ada uang palsu, silahkan laporkan ke Polsek. Jadi kami pun bisa melakukan penyelidikan, biar dapat diungkap," tandasnya. [dzk]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds