Tuntut THR Dan Pertanyakan PHK, Pekerja OMNI Hospitals Alam Sutera Gelar Unjukrasa

Ekbis  SELASA, 19 MEI 2020 , 18:55:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Tuntut THR Dan Pertanyakan PHK, Pekerja OMNI Hospitals Alam Sutera Gelar Unjukrasa

Demo pekerja Omni Hospitals/LAN

RMOLBANTEN. Puluhan pekerja di OMNI Hospital Alam Sutera menggelar aksi unjukrasa menuntut kejelasan status dirumahkannya mereka dan juga soal kompensasi.

Puluhan pekerja ini berrunujuk rasa di OMNI Hospitals, Jalan Alam Sutera Boulevard Kav 25, Serpong Utara, Tangsel, Selasa (19/5).

Para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak menerima pesangon sesuai dengan ketentuan.

Beragam poster bentuk protes disampaikan menuntut perwakilan manajemen OMNI Hospital Alam Sutera memberikan penjelasan secara transparan kepada pekerja yang dirumahkan secara sepihak.

Salah satu pegawai OMNI Hospital Alam Sutera, Opi yang bekerja dibagian Farmasi menjelaskan, jika aksi demonstrasi ini dilakukan secara spontan, karena pihak OMNI Hospitals tidak merespon permohonan perundingan terkait pembayaran THR dan PHK.

"Kami ingin menuntut kejelasan terkait THR. Karena THR dicicil dua kali, bulan Mei dan Desember. Bahkan, THR diputuskan tanpa ada musyawarah dengan serikat pekerja," ujar Opi dilokasi.

Bahkan, para pekerja mengaku sejak periode April sudah di PHK sepihak dan dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri.

"Kita itu sejak April mulai banyak PHK, sepihak. Kita disuruh tanda tangan surat pengunduran diri. Itu harusnya tidak ada. Tapi ada sebagian yang sudah menandatangani seperti itu. Sudah puluhan, sudah banyak. Betul dipaksa," terangnya.

Sementara itu, perwakilan serikat pekerja OMNI Hospitals, Reni sudah mencoba berkoordinasi dengan pihak HRD OMNI Hospitals untuk melakukan mediasi.

"Tadi saya sudah mencoba bertemu untuk membicarakan THR. Dari HRD menyatakan lagi libur jadi tidak bisa bertemu hari ini. Padahal kami kan sudah ngirim surat kemarin. Kami memang menolak banget THR yang dibayarkan dua kali itu, terus meminta kejelasan secara transparan," ungkap Reni.

"Tadi kami diminta (OMNI Hospitals Alam Sutera) 10 orang saja dan dengan syarat tidak pakai karyawan yang di PHK. Sementara karyawan di PHK, teman saya itu belum dibayarkan haknya. Tapi per 1 Mei mereka tidak boleh mendekati area OMNI," tambahnya.

Lanjut Reni, hingga kini pihak OMNI Hospitals Alam Sutera belum bisa memberikan pembicaraan secara transparan kepada pekerja yang sudah di PHK.

"Sampai sekarang THR mereka pun tidak ada mas. Sudah di PHK secara sepihak, tidak ada THR, terus ketika kita minta duduk sama-sama, beliau tidak bersedia. Kami mintas transparansi saja, kenapa dibatas-batasi," lanjut Reni.

Sedangkan, perwakilan dari pihak OMNI Alam Sutera ketika disambangi Kantor Berita RMOL Banten tidak berada di ruangan dengan alasan sedang Work From Home (WFH).

"Enggak ada mas, semua bidang lagi WFH," ujar salah seorang sekuriti OMNI Hospitals Alam Sutera. [dzk]




Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds