Banjir Kota Serang, Satu Warga Tewas Terseret Luapan Arus Sungai

Kota Serang  SELASA, 19 MEI 2020 , 22:09:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Banjir Kota Serang, Satu Warga Tewas Terseret Luapan Arus Sungai

Lokasi penemuan mayat/RAG

RMOLBANTEN. Banjir yang terjadi di Kota Srerang kemarin malam memakan korban jiwa. Korban Fian alias Wakwaw (20) ditemukan tewas mengambang di Sungai Kampung Cipecung, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa, (19/5) sore.

Pemuda yang memiliki cacat fisik ini merupakan korban luapan sungai saat Kota Serang diguyur hujan deras pada Senin (18/5) malam.

Kapolsek Curug Iptu Shilton membenarkan adanya penemuan mayat di sungai yang terletak di Kampung Cipecung tersebut. Korban merupakan warga Kampung Bojong Salam, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug.

"Betul, awalnya kita mendapatkan informasi dari warga Kampung Cipecung yang melihat mayat di sungai tersangkut batang pohon," katanya, Selasa (19/5).

Menurut Shilton, berdasarkan keterangan yang diperolehnya, korban yang memiliki cacat fisik dan keterbelakangan mental tersebut, terbawa arus banjir saat hendak pulang ke rumahnya.

"Dari keterangan keluarga, mayat tersebut sudah dipastikan saudara Wakwaw. Infonya korban terseret banjir saat menyebrang jembatan kecil yang terendam arus ketika dia mau pulang ke rumah pada Senin sore," ujarnya.

Lebih lanjut, Shilton menambahkan setiap harinya korban biasa pergi pagi dan pulang sore hari. Setiap hari korban selalu terlihat di sekitar puskesmas Curug.

"Jasad korban ditemukan sekitar 1 kilo meter dari lokasi dia terseret banjir," tambahnya.

Shilton menegaskan pihak keluarga tidak mengijinkan jasad Wakwaw dilarikan ke rumah sakit karena menganggap kematian Wakwaw merupakan musibah. Sehingga pihaknya menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

"Jasad korban tidak kita bawa ke rumah sakit, karena perwakilan keluarga telah mengiklaskan, dan menganggap kejadian itu sebagai musibah," tegasnya.

Untuk diketahui, sejumlah permukiman di Kota Serang tergenang banjir, menyusul intensitas hujan cukup tinggi sejak Senin (18/5) siang.

Bukan hanya masuk permukiman, genangan air setinggi mata kaki juga terjadi di beberapa jalur yang mengakibatkan kemacetan.

Dari data yang diperoleh, sejumlah jalur perkotaan tergenang air setinggi mata kaki orang dewasa. Seperti yang terjadi depan Hotel Le Dian, Persimpangan Warung Pojok hingga separuh Jalan Sochari.

Sementara itu, genangan air juga melanda sejumlah permukiman warga di wilayah Cikulur, Kaujon Kota Serang lebih dari 50 cm. [dzk]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds