Dianggap Melenceng, UPI Serang Keluar Dari Aliansi BEM Banten

Politik  SELASA, 19 MEI 2020 , 22:32:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Dianggap Melenceng, UPI Serang Keluar Dari Aliansi BEM Banten

Kampus UPI Serang/Net

RMOLBANTEN. Penyataan sikap dari Alinasi BEM se-Banten dan Serang terkait dengan pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dari Bank Banten ke Bank BJB berbuntut panjang.

Sejumlah elemen mahasiswa menyatakan sikap keluar dari Aliansi BEM Banten dan Serang.

Hal itu disampaikan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang Riska Mahira, Selasa (19/5)

Ia menyampaikan bahwa keputusan untuk keluar dari Aliansi BEM Serang tentunya memiliki sejumlah alasan.

Diantaranya adalah Aliansi BEM Serang dan Banten dinilai kehilangan proses kajian yang memadai. Hal ini tidak sejalan dengan visi BEM UPI Kampus Serang untuk mengedepankan riset dan kajian sebagai alat pengambilan keputusan gerakan.

"Ini menjadi catatan penting atas keberadaan BEM UPI Kampus Serang di Aliansi BEM Serang," katanya, Selasa (19/5).

Menurutnya, evaluasi kritis atas gerakan aliansi BEM Serang yang cenderung terlalu terpaku pada isu kepemimpinan yang sangat politis. Sehingga menjebak aliansi BEM Serang pada sebuah relasi kuasa elit yang kompleks di level regional, juga tidak sejalan dengan visi BEM UPI Serang yang mengusung gerakan oposisi ilmiah untuk menyikapi fenomena sosial-politik di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.

"Perlunya melakukan penyegaran gerakan mahasiswa. Orientasi gerak aliansi BEM Serang dirasa telah bergeser dengan target-target politik tertentu," katanya.

BEM UPI Serang menganggap perlunya sebuah penyegaran gerakan dengan memposisikan ulang keberadaan mahasiswa dan isu-isu yang akan diangkat.

"Selain itu, BEM UPI Serang merasa tidak ada peran yang di lakukan aliansi BEM Serang dalam pengambilan sikap dalam upaya memperjuangkan hak mahasiswa," kata Riska.

Senada disampaikan Presma UIN SMH Banten Ade Riyadi yang menyayangkan kegiatan BEM Banten dan Serang yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19 di Banten.

Sebagai mahasiswa, kata Ade, seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengadakan kegiatan dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan melakukan pertemuan secara daring. Jika tidak bisa, pertemuan tatap muka bisa dilakukan dengan cara menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Untuk konten pernyataan sikapnya pun kami sangat menyayangkan. Oleh karena itu, kami akan keluar dari Aliansi BEM Serang," tegasnya.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan aktivis mahasiswa UIN SMH Banten Dede Ruslan. Dirinya mengkritik konferensi pers yang digelar oleh Aliansi BEM Banten dan Serang yang menyikapi tentang Bank Benten

Dalam pandangannya, Dede yang juga menjabat Kordinator Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) UIN Banten ini menilai, konferensi pers yang dilakukan oleh Alinasi Bem Banten dan Serang dianggap hanya cari perhatian dan disinyalir hanya mencari tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds