Pakar Hukum: Virus Corona Barang Gaib Aturannya Harus Tegas Jangan Diskriminatif

Beda Perlakuan Tempat Ibadah Dan Mall

Politik  RABU, 20 MEI 2020 , 14:42:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Pakar Hukum: Virus Corona Barang Gaib Aturannya Harus Tegas Jangan Diskriminatif

Prof. DR. Mudzakir/Net

RMOLBANTEN. Umat beragama dilarang untuk beribadah di tempat peribadatan masing-masing, sementara mall dan pasar masih boleh dikunjungi.

Untuk itu, aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai diskriminatif pada umat beragama.

Demikian disampaikan pakar hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakir dikutip dari Kantor Berita Politik RMOLID, Rabu (20/5).

"Sesungguhnya kalau dinilai diskriminarif itu benar, peraturannya saja diskriminatif, masjid-masjid enggak boleh ada jamaah tapi di pasar dan mall boleh ada kerumunan. Ini menyudutkan posisi umat,” ujarnya.

Kata Mudzakir, Peraturan pemerintah tentang pelarangan melakukan kerumunan diskriminatif dan membingungkan.

Sebab, masyarakat tidak boleh melakukan ibadah di dalam masjid, namun masyarakat banyak yang ke pasar dan mall untuk berbelanja dianggap sebagai peraturan yang diskriminatif.

"Ini contoh menurut saya enggak benar,” tegasnya.

Mudzakir mendesak agar pemerintah tegas. Artinya semua yang melakukan pelanggaran PSBB harus diperlakukan adil tanpa tebang pilih.

"Penegakan hukum PSBB mestinya harus tegas. Itu syaratnya. Karena virus itu barang gaib, kalau yang dilanggar itu barang gaib mestinya harus tegas ditekan tanpa kompromi apapun dan siapapun,” demikian Mudzakir. [dzk]



Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds