COVID-19

Kritik Kiai Said, JK dan Din Syamsuddin Jadi Bukti Komunikasi Politik Pemerintah Buruk

Politik  KAMIS, 21 MEI 2020 , 10:31:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Kritik Kiai Said, JK dan Din Syamsuddin Jadi Bukti Komunikasi Politik Pemerintah Buruk

KH Said Aqil Siroj-Jusuf Kalla-Din Syamsuddin

RMOLBANTEN. Kritik terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang dinilai membingungkan di saat pandemik Covid-19 mulai disampaikan tokoh-tokoh besar.

Baru-baru ini disampaikan oleh mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj.

Kritikan yang disampaikan tokoh-tokoh besar tersebut membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi tidak memiliki sebuah komunikasi politik yang bagus.

Demikian disampaikan analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira, Kamis (21/5).

"Bisa kita nilai sebagai sesuatu yang membuktikan bahwa pemerintah ini tidak memiliki sebuah komunikasi politik yang bagus, yang menenangkan," terang Geradi Yudhistira.

Setiap pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi maupun pernyataan yang disampaikan oleh para pembantunya Jokowi di kabinet selalu menimbulkan multitafsir.

Kata Geradi, selalu ada sayap di dalam pernyataan. Ruang intepretasi penafsiran yang multitafsir terbuka lebar di balik pernyataan pemerintah.

"Kita tidak pernah tahu apa yang dimaksud dengan kata berdamai. Tapi bagi saya, bagi Pak JK, bagi teman-teman, bagi juga masyarakat warga negara Indonesia yang mendengar itu otomatis pemikirannya atau jalan logikanya adalah kita harus merangkul corona dan kita harus memandang corona sebagai bagian dari hidup kita," jelas Geradi.

Hal tersebut merupakan tanda kelemahan komunikasi Presiden Jokowi yang kerap kali berubah-ubah.

Berapa kali presiden dan jajarannya menteri-menterinya menyatakan A di hari tertentu, kemudian di lain hari dibantah atau diluruskan kolega sendiri.

Kata Geradi, akibat dari itu semua akan menimbulkan distrust atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi.

"Ini berulang kali terjadi sehingga yang terjadi adalah distrust dan ini buruk sekali menurut saya. Distrust ini kalau sudah terjadi, atau ketidakpercayaan ini buruk sekali terhadap pemerintah," demikian Geradi dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds