Roy Suryo: Buah Reformasi Kita Nikmati Jangan Abai Dan Tetap Kritis, Jas Merah!

Politik  KAMIS, 21 MEI 2020 , 12:04:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Roy Suryo: Buah Reformasi Kita Nikmati Jangan Abai Dan Tetap Kritis, Jas Merah!

Saat Presiden Soeharto berhenti dari jabatannya/Repro

RMOLBANTEN. Hari ini 22 tahun lalu tepatnya pada 21 Mei 1998 merupakan hari yang tidak akan mudah dilupakan masyarakat Indonesia, sebuah "puncak" dari aksi masyarakat dan mahasisnwa pasca tragedi penembakan Trisakti 12 Mei 1998 yang disusul kerusuhan massa 13-15 Mei 1998.

Demikian KRMT Roy Suryo mengenang dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, Kamis (21/5).

Mantan Menpora jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengurai kejadian tahun 1998 tersebut sebenarnya terjadi saat Presiden Indonesia saat itu, Pak Harto sedang berada di KTT Mesir 9-15 Meii 1998.

"Pak Harto mempercepat kunjungan dan berencana membuat Komite Reformasi. Namun sudah terlambat, eskalasi massa sudah tidak terbendung lagi dalam hari-hari berikutnya," tulis Roy Suryo.

Selanjutnya, kata praktisi multimedia ini, pasca gagalnya dibentuk Komite Reformasi, pengunduran diri menteri-menteri ditambah permintaan mundur dari DPR yang didesak mahasiswa dan masyarakat.

"Pak Harto harus menerima kenyataan sehingga beliau menyatakan berhenti jadi Presiden (baca: Mundur) dan digantikan Pak Habibie," ujarnya.

Mahasiswadan masyarakat yang mendengar hal tersebut melalui media langsung menyambut dengan suka cita.

"Saat ini kita telah menikmati buah reformasi, namun harus tetap kritis, angan abai dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Jas merah atau jangan lupakan sejarah," demikian Roy Suryo.

Sebelumnya, pengamat politik Hendri Satrio menyatakan, terkadang, seseorang memang harus selalu diingatkan akan janjinya. Karena bisa saja si pemberi janji ini lupa akan janjinya.

Demikian pula dengan janji Presiden Joko Widodo untuk mengungkap dalang penculikan mahasiswa Trisakti dan aktivis 98, yang hingga saat ini belum juga terwujud.

Masyarakat harus mengingatkan Presiden Joko Widodo agar tidak lupa terhadap janjinya tersebut. Dan memintanya segera merealisasikan janji tersebut.

"Ya ini kan niat baiknya Pak Jokowi, kalau kemudian dia bicara kembali tentang kasus Trisakti ini kan ada niat baik. Niat baik ini harus dijaga, enggak apa-apa kita ingetin saja terus,” ujar analis politik dari lembaga survei KedaiKopi, Hendri Satrio, kepada Kantor Berita Politik RMOLID, Selasa (19/5).

"Supaya Pak Jokowi ingat. Kalau dia ingat, kemudian ada implementasi apa yang dia ingat,” tambahnya.

"Bisalah Presiden bongkar, canggih Presiden kita ini,” tutupnya. [dzk]

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds