CEKCOK PSBB

Fadli Zon: Habib Umar Assegaf Sudah Sepuh Harusnya Petugas Lebih Simpatik

Politik  KAMIS, 21 MEI 2020 , 15:51:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Fadli Zon: Habib Umar Assegaf Sudah Sepuh Harusnya Petugas Lebih Simpatik

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Video cekcok antara seorang pria berpakaian gamis dan bersorban putih  dengan petugas gabungan yang berjaga di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) viral di media sosial. Dalam video tersebut sempat terjadi adu fisik.

Diketahui kejadian itu terjadi di Exit Tol Satelit Surabaya, Jawa Timur pada Rabu sore (20/5).

Sementara pria bergamis putih yang menumpang mobil sedan Toyota Camry bernomor polisi N 1 B disebut-sebut sebagai Habib Umar Assegaf Bangil.

Kejadian ini bermula saat mobil sedang diminta putar balik karena melanggar aturan PSBB.

Namun pria bergamis putih memperlihatkan penolakan. Dia mencoba agar tetap bisa menyebrang check point.

Awalnya cekcok antara pria tersebut dengan aparat berjalan sebatas adu mulut.

Namun kemudian terjadi baku hantam dengan pria berseragam Satpol PP.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon merasa prihatin. Menurutnya, petugas harus bisa lebih persuasif dan simpatik menghadapi masyarakat.

"Apalagi yang sudah senior atau orang tua, apalagi ini tokoh ulama pimpinan pesantren,” ujarnya.

Terlepas dari pelanggaran PSBB tersebut, Fadli Zon menilai bahwa masyarakat banyak yang melanggar PSBB karena bingung dengan aturan pemerintah yang berubah-ubah.

Sementara di satu sisi, penegakan di lapangan tidak berjalan menyeluruh.

"Masyarakat kurang disiplin karena kebijakan di atas berubah-ubah dan juga penegakan di lapangan bersifat acak,” tutupnya.

Sementara, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan bahwa pria bergamis tersebut adalah Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil, pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan.

Ia menjelaskan bahwa insiden ini terjadi saat petugas menghentikan mobil yang melaju dari arah Malang dan keluar di Exit Tol Satelit Surabaya tersebut.

Pemeriksaan dilakukan karena plat mobil adalah N (Pasuruan), bukan L (Surabaya) dan W (Sidoarjo atau Gresik).

Sopir juga tidak mengenakan masker dan kapasitas penumpang lebih dari empat orang.

Trunoyudo memastikan bahwa cara baik-baik dan humanis sudah dilakukan petugas. Tapi cara itu direspons dengan kata-kata kasar. [dzk]


Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds