Kejari Lebak Akan Tindak Tegas Pelaku Penyelewengan Bansos

Kabupaten Lebak  KAMIS, 21 MEI 2020 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Kejari Lebak Akan Tindak Tegas Pelaku Penyelewengan Bansos

Kajari Lebak Edi Winarko/RAG

RMOLBANTEN. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak berjanji menindak tegas seandainya ada pelaku penyelewengan penerima bantuan sosial bagi terdampak corona.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Tinggi Kabupaten Lebak Edi Winarko usai memberi bantuan sembako kepada masyarakat, Kamis (21/5).

Selain itu, Kejari Lebak juga berharap kepada media agar ikut mengawasi penerima bantuan termasuk proses penyaurannya sehingga bisa tepat sasaran.

"Kita akan tindak pelaku penyelewengan dana penerima bantuan sosial akibat corona ini. Sudah jelas, kalau ada permainan dalam penyaluran akan ada sanksinya. Sehingga bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran untuk warga yang membutuhkan," terang Edi.

Dalam kesempatan ini, Kejari Lebak memberikan bantuan 1000 paket sembako kepada warga miskin yang terdampak Covid-19.

Edi menuturkan bantuan paket sembako tersebut diberikan dengan mendatangi rumah-rumah warga penerima bantuan sosial yang ada di Kabupaten Lebak.

Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan orang banyak saat situasi pademi corona.

"1000 paket sembako kita bagikan di enam Kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak yaitu Kecamatan Rangkasbitung, Warunggunung, Cibadak, Karanganyar, Cirinten dan Kecamatan Gunungkencana," ucapny.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kata Edi, masih banyak warga yang ekonominya terdampak akibat adanya virus Corona atau Covid-19 belum menerima bantuan sosial sebagaimana mestinya.

Menurut Edi, ketika pihaknya langsung blusukan melihat banyak sekali warga yang seharusnya menerima bantuan sosial mereka tidak dapat.

"Tadi kita melihat lanhsung warga yang memang kondisinya memperihatinkan dan mereka tidak dapat bantuan. Kita hanya bentuk pengawasan untuk teknisnya di lapangan itu OPD-OPD yang ada di Kabupaten Lebak yang mendata," tutur Edi sambil menujuk ke lokasi rumah panggung yang reyot.

Suharja (65) tahun salah seorang warga Kampung Rangkong Desa Aweh saat ditemui dilokasi kejadian tak bisa menahan tangis ketika menerima bantuan paket sembako dari Kejaksaan Negeri Lebak.

Dia tidak menyangka di tengah kondisi serba kesultan secara ekonomi masih ada yang memikirkan nasibnya.

"Baru kali ini dapat bantuan, sebelumnya gak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Kalau pendataan dari Desa atau Kecamatan mah sering, tapi tidak dapat," tutur Marjuk sambil menagis di depan Kejari Lebak.

Hal senada diungkapan oleh Asnawi Warga Kampung Bojongleles Desa Bojong Leles Kecamatan Cibadak. Asnawi bercerita bahwa dia pernah dua hari tidak makan karena tidak mampu untuk membeli beras.

Kata Asnawi dia saat ini tinggal hanya seorang diri setelah istrinya meninggal dunia. Asnawi mengaku ia selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari program pemerintah.

Kadang dapat bantuan dari tetangga, saya numpang di tanah milik tetangga.Dulu juga bantuan rehab rumah dari warga," pungkas Asnawi. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds