Empat Pelaku Balap Liar Yang Viral Di Serpong Diamankan Polisi

Hukum  KAMIS, 21 MEI 2020 , 22:17:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Empat Pelaku Balap Liar Yang Viral Di Serpong Diamankan Polisi

Rilis penangkapan pelaku balap liar/LAN

RMOLBANTEN. Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video aksi balap liar yang dilakukan sejumlah pemuda pada pagi hari dengan menutup akses Jalan Raya Serpong, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Rabu (20/5).

Aksi tersebut membuat masyarakat geram. Tak butuh waktu lama bagi Kepolisian sektor (Polsek) Serpong untuk menangkap para pelaku balap liar.

Pelaku yang terdiri dari Wahyudin (29), Dion Prasetyo Putra (20), Elang M. Ricad (18), dan Riski Fernanda (20), memiliki peran yang berbeda saat aksi balap liar tersebut

"Wahyudin, Elang M. Ricad, dan Riski Fernanda selaku mekanik. Sedangkan Dion Prasetyo Putra selaku pemilik satu unit motor," terang Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan saat jumpa pers di Mapolsek Serpong, Tangsel, Kamis (21/5).

Lanjut Iman, untuk joki atau yang berperan sebagai pengendara motor balap masih dalam pencarian.

"Ini pelaku A sebagai joki masih dalam pencarian. Dalam waktu dekat akan kita tangkap," ujarnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, yang diantaranya 14  unit sepeda motor tanpa kelengkapan surat, tujuh rangka sepeda motor tanpa mesin, lima knalpot sepeda motor, tiga unit CDI, satu unit gerinda, lima blok mesin, serta peralatan kunci mekanik.

Diketahui, aksi balap liar tersebut dijadikan ajang taruhan antar dua bengkel atau klub motor yakni Aizar Autosonic yang merupakan kelompok balap liar dari Serpong, Tangsel dengan kelompok CMZ Speed yang berasal dari Jakarta Timur.

"Dari pengakuannya, kelompok tersebut melakukan balapan liar dengan modus taruhan dengan nilai Rp 3 juta," ungkap Iman.

Dari aksinya, keempat pelaku tersebut sementara kini dijerat dengan Pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juncto Peraturan Wali (Perwal) Kota Tangsel Nomor 13 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB.

"Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama satu tahun penjara dan denda sebanyak Rp100 juta," tandasnya.

Iman juga mengatakan, para pelaku juga diduga sebagai penadah hasil pencurian motor karena tidak memiliki surat-surat kendaraan.

"Sementara yang kita kenakan adalah Undang-undang karantina kesehatan, kita juga dalami soal ketentuan kepemilikan dokumen kendaraan. Bila mereka di kemudian hari tidak bisa menunjukkan ini kita kenakan pasal 480 KUHP penadahan hasil pencurian kendaraan," tutup Iman. [dzk]



Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds