DPRD Kota Serang Minta Pemerintah Pusat Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Parlemen  KAMIS, 21 MEI 2020 , 22:55:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

DPRD Kota Serang Minta Pemerintah Pusat Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Budi Rustandi/RAG

RMOLBANTEN. Penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan di Kota Serang terus bergulir, setelah Walikota Serang, kini, DPRD Kota Serang menyuarakan hal yang sama.

DPRD Kota Serang mengaku tidak setuju dan meminta pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi terkait kenaikan iuran BPJS.

Penolakan dari dari dewan itu disampaikan Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi kepada awak media di Kota Serang, Kamis (21/5).

Di tengah kondisi ekonomi yang jatuh terhantam gelombang Covid-19, DPRD Kota Serang  menilai kenaikan iuran BPJS hanya menambah beban pemerintah daerah dan juga masyarakatnya.

"Kita tidak setuju, kondisi lagi seperti ini, kan tau kondisi ekonomi masyarakat lagi seperti apa," kata Budi.

Budi meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan ulang langkah yang diambil. Jika tidak, menurutnya ini akan berdampak langsung pada masyarakat yang tidak mampu.

"Mudah-mudah pemerintah dapat mempertimbangkan kembali terkait kenaikan BPJS, karena kenaikan ini akan menyentuh langsung pada masyarakat, terutama yang tidak mampu," jelas Budi.

Selain itu, naiknya iuran BPJS yang akan berlaku mulai tanggal 1 Juli 2020 mendatang ini, dinilai Budi akan membebani APBD dan mengurangi kemampuan pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam mencover masyarakatnya.

"Sudah pasti berat kita, ini membebani APBD, kemampuan kota serang untuk mengcover pasti berkurang," ujarnya.

Di tengah situasi seperti ini, lanjutnya, pemerintah daerah bukan hanya memikirkan kenaikan iuran BPJS, tapi masih banyak hal lain yang berkaitan dengan masyarakat yang perlu dipikirkan.

"Yang jelas, pasti ada penganggaran ulang kalau ditetapkan naik, cuma duitnya ada apa engga?, dalam kondisi ini bukan hanya BPJS saja, yang harus dipikirkan itu banyak," tandasnya.

Ketua DPC gerindra Kota Serang tersebut kembali menegaskan bahwa pemerintah pusat harus melakukan evaluasi terhadap langkah untuk menaikan iuaran BPJS ini.

"Beban kita banyak soalnya," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds