Fahri Hamzah: Jangan Ada Pejabat Yang Gampang Tersinggung, Itu Tradisi Ngawur

22 Tahun Reformasi

Politik  JUM'AT, 22 MEI 2020 , 01:01:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Fahri Hamzah: Jangan Ada Pejabat Yang Gampang Tersinggung, Itu Tradisi Ngawur

Fahri Hamzah/Repro

RMOLBANTEN. Aktivis 98, Fahri Hamzah mengungkapkan peristiwa lengsernya Soeharto oleh para mahasiswa kala itu, terjadi karena dorongan atas kerinduan untuk memperbaiki keadaan dan kebebasan

Dua puluh dua tahun yang lalu atau 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai presiden usai berkuasa kurang lebih 32 tahun.

Sejak itu, Orde baru berakhir dan digantikan dengan era yang disebut reformasi.

"Ini ikhtiar untuk membangun kebersamaan. Indonesia punya sejarah Federasi. Tapi kita bergerak menjadi negara Kesatuan," terang Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini saat menjadi narasumber dalam diskusi online melalui aplikasi zoom cloud meeting yang digelar Narasi Institute, Kamis (21/5).

Reformasi, kata Fahri, secara tidak langsung telah merubah total konstitusi.

Bahkan untuk mengawal tersebut, Mahkamah Konstitusi pun hadir ditengah kehidupan bernegara.

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan dengan lahirnya institusi negara tersebut, pejabat negara tidak ada yang boleh merasa diri paling hebat.

"Jangan ada pejabat yang gampang tersinggung. Itu tradisi ngawur," jelas Fahri.

Fahri meminta kepada para pemimpin agar memahami prinsip-prinsip tersebut. Sehingga tidak ada lagi gerakan masa  yang menjatuhkan kekuasaan. [dzk]



Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds