TPA Cipeucang Tangsel Longsor, Puluhan Ton Sampah Tumpah Ke Sungai Cisadane

Kota Tangerang Selatan  JUM'AT, 22 MEI 2020 , 18:56:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

TPA Cipeucang Tangsel Longsor, Puluhan Ton Sampah Tumpah Ke Sungai Cisadane

Longsoran TPA Ciepacang/LAN

RMOLBANTEN. Akibat tidak tertampungnya sampah (overload) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Serpong, Tangsel. Jumat (22/5) sekira pukul 04.30 WIB, TPA tersbut longsor.

Berbagai macam jenis sampah di TPA Cipeucang longsor menutup sungai Cisadane yang kemudian terbawa arus aliran  hingga ke wilayah Tangerang.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Yepi Suherman menjelaskan, penyebab TPA Cipeucang longsor dikarenakan landfill tak bisa menahan kapasitas sampah, ditambah dengan aliran Sungai Cisadane yang begitu deras.

"Saya dapat laporan dari kepala UPT Cipeucang bahwa landfill proyek longsor karena hujan beberapa hari dan air yang cukup deras keluar dari landfill sehingga mendorong sampah," turur Yepi saat dikonfirmasi, Jumat (22/5).

Lanjutnya, kondisi luapan mata air yang keluar cukup deras menyebabkan aliran air tidak ada celah untuk keluar atau tidak ada rongga untuk air mengalir sehingga jebol.

"Sekarang di lapangan berupaya menarik kembali sampah-sampah yang ada di sungai. Dikeruk kepinggir dengan alat yang ada. Perintah dari pimpinan dikeruk semoga bisa mengurangi volume agar air mengalir," ungkapnya.

Bahkan, kondisi landfill yang sudah overload atau melebihi kapasitas penampungan sampah membuat Pemkot Tangsel tak bisa berbuat banyak.

"Kondisi landfill sudah overload, cuma kita juga bingung, karena yang akan dibuang ke Nambo, Bogor belum operasional. Rencananya di awal tahun 2020 menampung 300 ton sehari. Sudah dianggarkan APBD kita, termasuk operasional tapi ternyata kondisi belum siap," kata Yepi.

Yepi memprediksi, sampah yang menutupi aliran Sungai Cisadane diperkirakan 50 ton sampah hingga 100 ton sampah.

"Lebih dari 50 ton atau 100 ton menutupi aliran sungai. Kita DLH belum komunikasi dengan Kota Tangerang," tandasnya.

Sementara itu Geri, warga Pesona Serpong yang tak jauh dari lokasi longsor TPA Cipeucang khawatir bisa menimbulkan banjir akibat sampah yang menghambat aliran Sungai Cisadane.

"Pasti (terdampak), karena sekarang hujan terus. Dua hari yang lalu kita ada kiriman dari Bogor sekitat 5 meter. Kalau sekarang ada kiriman seperti itu pasti banjir. Makanya kita siaga tidak tidur, kalau hari ini ada kiriman air sekitar itu ada bencana efek dari tanggul jebol," ucap Geri yang juga aktivis lingkungan.

Geri juga mengatakan, longsornya TPA Cipeucang saat ini lebih parah dibandingkan longsor yang terjadi pada 26 April 2019 lalu.

"Ini paling parah jebolnya dari pada 26 April 2019 yang menyebabkan banjir 2 meter," imbuhnya.

Sedangkan warga lainnya, Muel imbas dari longsornya TPA Cipeucang menimbulkan bau busuk.

"Iya parah baunya. Setiap hari emang bau, tapi kali ini parah baunya kaya bau busuk," pungkas Muel. [dzk]

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds