Sayur Besan Hingga Aduk Dodol, Cerita Masa Kecil Saat Lebaran Sekda Tangsel

Kota Tangerang Selatan  SENIN, 25 MEI 2020 , 18:23:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Sayur Besan Hingga Aduk Dodol, Cerita Masa Kecil Saat Lebaran Sekda Tangsel

Muhamad/LAN

RMOLBANTEN. Hari Raya Idul Fitri 1441 H di tahun 2020 ini mungkin terasa berbeda karena disituasi pandemi Covid-19 ini.

Seperti yang diutarakan Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Muhamad momen Idul Fitri di tahun 2020 sangatlah berbeda.

Ia mengatakan, jika di tahun lalu suasana malam takbiran terasa luar biasa. Di tahun ini, tak seramai seperti tahun lalu.

"Ya sangat jauh berbeda, kalau dulu walau takbiran meriah ramainya luar biasa. Kalau sekarang sunyi, tapi enak kita lebih banyak merenung makna Idul Fitri ditengah Covid-19," tutur Muhamad, Senin (25/5).

Terlebih, pemerintah sudah mengimbau untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

"Seharusnya kita lebaran setelah salat Idul Fitri tamu pada datang, biasanya salat di Pemkot bersama masyarakat dan kepala dinas, itu sangat terasa meriahnya. Sekarang jauh berbeda, saya pun salat di rumah bersama keluarga mendadak jadi imam dan khotib," ungkapnya.

Namun, lanjut Muhamad situasi seperti ini tak melulu disesali, karena ada hikmah dibalik pandemi Covid-19.

"Kita lebih dekat dengan keluarga sekarang, saya sama istri biasanya salat Idul Fitri di Pemkot, anak saya ada yang ikut, ada yang enggak. Kalau sekarang dari mulai takbiran sampai lebaran betul-betul dekat sama keluarga, ada hikmahnya," jelas Muhamad.

Muhamad juga memanfaatkan salah satu aplikasi untuk video call sekedar bersilahturahmi dengan keluarga besarnya.

"Kadang sebelum lebaran sering ketemu, sekarang ya kita maklumi saja. Biasanya ketemu di makam orang tua saya kumpul disana, kalau sekarang telfon video call saja karena keluarga besar saya enggak jauh," ucapnya.

Momen lebaran juga tak lepas dari makanan khas yang disajikan. Muhamad sebagai suku Betawi dan putra daerah Tangsel, harus mewajibkan 'Sayur Besan' sebagai pendamping ketupat.

Tapi, sayur besan khas Betawi yang diinginkannya hanya sayur besar buatan sang istri tercinta.

"Makanan kalau saya, makanan tradisional sejak kecil, makan sayur besan kalau orang Betawi, biasa aja standar juga ada opor, ketupat. Kalau enggak ada sayur besan kurang afdol, ciri khasnya sejak kecil. Orang tua saya kalau lebaran sudah nyiapin juga ikan asin sama ikan gabus yang digantung," katanya.

Bahkan, Muhamad mempunyai momen tak terlupakan menyambut Idul Fitri yakni membuat dodol dan mengaduknya sendiri.

"Dodol juga kalau dulu di kampung saya Pondok Ranji, saya bikin sendiri, seminggu sebelum lebaran ngaduk sendiri, karena kalau enggak ada dodol kurang puas lebaran," tutup Muhamad. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds