Semua Pemimpin Hebat Saat Krisis Memilih Jalan Negarawan, Kalau Hari Ini?

Politik  RABU, 27 MEI 2020 , 08:31:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Semua Pemimpin Hebat Saat Krisis Memilih Jalan Negarawan, Kalau Hari Ini?

DR. Rizal Ramli/Net

RMOLBANTEN. Sejumlah pemimpin di negeri ini sudah memberi contoh legowo demi urusan bangsa. Mulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, Habibie, dan Gus Dur.

Presiden sendiri merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan di negeri ini yang harus memiliki jiwa kenegarawanan yang tinggi.

Artinya, urusan negara menjadi yang utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

Para pemimpin negeri ini, sempat menghadapi krisis yang membuat berada di antara dua pilihan yang sulit, yaitu tetap berkuasa tapi akan banyak rakyat yang berjatuhan menajdi korban atau menyerahkan kekuasaannya.

"Semua pemimpin hebat itu, akhirnya memilih jalan negarawan dengan mengundurkan diri,” tegas tokoh nasional DR. Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (27/5).

Mantan Menteri Ekuin era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) lantas mencontohkan pilihan yang diambil Presiden Soeharto di akhir Mei 1998.

Saat krisis itu, Soeharto yang telah berkuasa 32 tahun tetap punya pilihan memaksakan untuk terus berkuasa. Sekalipun, pilihan ini akan menimbulkan korban rakyat berkali-kali lipat jika dipilih.

"Akhirnya Soeharto memilih jalan negarawan, mengorbankan egonya, agar korban rakyat tidak bertambah,” tegasnya.

Rajawali ngepret, ia dijuluki, lantas membandingkan dengan kondisi saat ini, di mana krisis sedang terjadi di tengah pagebluk virus corona baru atau Covid-19.

"Kira-kira kalau terjadi hari ini di tengah ketidakmampuan luar bisa. Pilihan apa yang akan diambil ya?” sentil Rizal Ramli.

Khusus jaman Presiden Gus Dur, Rizal Ramli menceritakan sudah mencoba membujuk Gus Dur untuk melawan.

"Kita lawan Gus - bisa terjadi seperti Chaves di Argentina, dikudeta tapi rakyat berbalik mengepung Jenderal yang kudeta," katanya.

Apa jawaban Gus Dur.

"Kasian rakyat yang akan jadi korban”. Lalu Gus Dur telepon  ke Jatim, Jateng & Jabar, bilang jangan datang ke Jakarta," begitu Gus Dur.[dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds