Mahathir Mohammad Didepak Dari Bersatu Karena Lantang Menentang Partai

Internasional  JUM'AT, 29 MEI 2020 , 02:35:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mahathir Mohammad Didepak Dari Bersatu Karena Lantang Menentang Partai

Mahathir Mohammad/Net

RMOLBANTEN. Peta politik di negara Malyasia terus memanas. Terbaru, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Kamis (28/5).

Pemecatan itu terungkap dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Mahathir oleh sekretaris eksekutif Bersatu, Muhammad Suhaimi Yahya.

Mahathir dalam surat itu diberitahu bahwa dia telah dipecat berdasarkan pasal 10.2.2 dan 10.2.3 dari konstitusi partai.

Muhammad Suhaimi, dalam surat itu, mengatakan bahwa pemecatan dilakukan karena Mahathir telah duduk dengan blok oposisi selama sidang parlemen pada 18 Mei lalu, dan tidak dengan koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin oleh presiden Bersatu dan Perdana Menteri Malaysia saat ini Muhyiddin Yassin.

Empat anggota parlemen lain dari Bersatu, yakni  Mukhriz Mahathir, Syed Saddiq Abdul Rahman, Amiruddin Hamzah dan Maszlee Malik juga dipecat dari partai.

Mahathir dan empat anggota parlemen tersebut membuat pernyataan bersama pada Kamis malam (28/5).

Mereka menegaskan bahwa mereka menolak pemecatan karena pemecatan tersebut tidak sah.

"Kami tidak menerima pemecatan yang salah ini karena mereka jelas melanggar hukum dan melepaskan hak kami untuk bertindak, tidak hanya untuk diri kami sendiri tetapi untuk semua anggota akar rumput Bersatu," kata pernyataan itu.

Kelimanya mengklaim bahwa pemecatan itu adalah bagian dari strategi politik Muhyiddin.

"Jelas, kantor presiden (Bersatu) sedang bermain politik sementara negara itu menghadapi masalah Covid-19 dan ekonomi sedang kacau. Ini mencerminkan sikap kediktatoran presiden," sambung pernyataan yang sama, seperti dimuat Channel News Asia.

"Kami ingin menambahkan bahwa langkah sepihak presiden Bersatu dalam memecat kami tanpa alasan adalah karena dia khawatir tentang pemilihan partai yang akan datang dan fakta bahwa posisinya sebagai perdana menteri adalah yang paling lemah dalam sejarah Malaysia," tekan mereka.

Diketahui bahwa Mahathir yang juga merupakan mantan ketua Bersatu, berselisih dengan mereka yang mendukung Muhyiddin.

Perpecahan dalam partai semacam itu terjadi setelah keputusan Muhyiddin untuk bekerja sama dengan Barisan Nasional (BN), dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS) untuk membentuk pemerintah yang berkuasa baru awal tahun ini.

Setelah pembentukan koalisi baru, Muhyiddin pun kemudian dilantik sebagai perdana menteri Malaysia kedelapan.

Penentangan Mahathir kemudian dia ungkapkan dalam bentuk usulan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin di parlemen, yang kemudian diterima oleh Ketua Mohamad Ariff Md Yusoff.

Awal bulan ini, Mahathir juga secara terang-terangan mengatakan dalam sebuah wawancara video bahwa dia telah mengundurkan diri sebagai ketua Bersatu pada bulan Februari lalu karena dia menentang keputusan partai untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan bergabung dengan BN dan PAS untuk membentuk pemerintahan baru.

"Saya pikir keputusan untuk Bersatu untuk meninggalkan PH tidak memiliki dasar yang baik. Saya mendapat dukungan yang baik dari Pakatan Harapan, Selama pertemuan Dewan Presiden, mereka memutuskan untuk memberi saya otonomi penuh untuk memutuskan kapan saya harus mengundurkan diri (untuk membuat jalan untuk Anwar Ibrahim)," kata Mahathir awal bulan ini.

"Ketika keputusan itu dibuat, dan saya mendapat dukungan penuh dari Pakatan Harapan, saya memberi tahu Muhyiddin bahwa karena saya memiliki dukungan penuh, mengapa kita harus meninggalkan PH? Jika ada alasan lain, kita harus menunggu sebelum pergi," tambahnya.

"Tetapi dia (Muhyiddin) percaya bahwa kita perlu meninggalkan PH pada hari yang sama. (Dia mengatakan) jika kita tidak pergi, orang-orang Melayu akan dihancurkan. Mereka akan dihancurkan oleh (Partai Aksi Demokratik) DAP," sambung Mahathir.

Mahathir menekankan bahwa Bersatu harus menunggu dan meluangkan waktu untuk berpikir dengan hati-hati karena telah bekerja dengan pihak lain di PH, termasuk DAP, untuk menjatuhkan BN dan memenangkan Pemilihan Umum bersejarah Malaysia pada 2018.

Dia juga menegaskan bahwa dia tidak ingin bekerja dengan BN dan komponen kunci partai UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) karena partai tersebut terlibat dalam korupsi.

Dalam wawancara yang sama, Mahathir juga menekankan bahwa meskipun dia telah mengundurkan diri sebagai ketua Bersatu, dia kemudian memutuskan untuk melanjutkan jabatan setelah banyak orang lain membujuknya untuk kembali. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds