Pilkada Tangsel Perebutan Gerbong Dinasti, Pribumi Dan Istana, Siapa Yang Kuasa?

Pemilukada  SENIN, 01 JUNI 2020 , 20:37:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Pilkada Tangsel Perebutan Gerbong Dinasti, Pribumi Dan Istana, Siapa Yang Kuasa?

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Dukungan Partai Demokrat untuk putri Wakil Presiden Republik Indonesia, Siti Nur Azizah menambah panas peta persaingan memperebutkan kekuasaan Tangsel 1.

Dukungan tersbut semakin mengerucutkan nama-nama yang akan bersaing di Pilkada Tangsel.

Azizah sebagai putri Wapres, tentunya akan membawa kekuasaan sang ayah sebagai orang nomor dua di Indonesia untuk menarik partai-partai yang akan mendukungnya.

Sementara, Benyamin Davnie sebagai petahana tentu ingin menggantikan peran Airin Rachmi Diany sebagai pemimpin di Tangsel. Karena selama dua periodenya hanya sebagai Wakil Walikota.

Benyamin pun menggandeng Pilar Saga Ichsan yang merupakan anak dari Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah yang sudah mendapat rekomendasi dari Partai Golkar sebagai pemegang kursi terbanyak di Tangsel.

Benyamin akan masuk dalam keluarga Dinasti Rawu yang selama ini menguasai pemerintahan di wilayah Banten.

Ada lagi, Muhamad sebagai putra daerah Tangsel, sudah mendapat dukungan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan bahkan PDI Perjuangan disebut juga akan masuk dalam dukungan suaranya ke pria yang masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda Tangsel).

Warga Tangsel kini banyak pilihan dinasti di Tangsel, orang baru dan putra daerah.

Dari tiga kandidat yang bersaing Benyamin, Muhamad dan Siti Nur Azizah, bisa disimpulkan akan ada tiga gerbong yang bersaing untuk memperebutkan kursi nomor satu di Tangsel, yakni gerbong Dinasti, Pribumi dan Istana.

Lalu, dari tiga gerbong yang dibawa para bakal calon (Bacalon) Walikota Tangsel, siapa yang akan berkuasa dan menjadi pemimpin di Kota hasil dari pemekaran Kabupaten Tangerang ini?

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menjelaskan, poin pertama untuk mengikuti Pilkada Tangsel itu harus memastikan partai pendukung terhadap bacalon.

"Ya pertama kan harus dipastikan dulu siapa partai-partai yang mendukung tiga kandidat itu, kalau Ben-Pilar bisa maju sendiri kan itu jelas bisa daftar. Kalau Muhamad sejauh ini yang terendus PSI dan PDIP cukup lah. Nah, Azizah ini yang belum terbaca dia ini didukung partai mana, Demokrat enggak cukup kursi artinya butuh koalisi partai lain yang belum menentukan pilihan," jelas Adi, Senin (1/6).

Jika diambil rata-rata dari gerbong Dinasti, Pribumi dan Istana yang akan diuntungkan yakni gerbong Dinasti dalam Pilkada Tangsel yang rencananya akan berlangsung 9 Desember mendatang.

"Kalau dibaca rata-rata kalau ada tiga gerbong tentu petahana (Ben-Pilar) sangat diuntungkan kalau ada tiga kandidat, karena penantang itu terbelah masuk ke Muhamad dan masuk ke Azizah, artinya kelompok anti politik dinasti kalau enggak ke Muhamad atau ke Azizah itu kalau tiga calon," tuturnya.

Benyamin yang masuk dalam gerbong dinasti, harus diakui perolehan elektabilitasnya sebagai petahana masih tinggi, bila dibandingkan dengan Muhamad dan Azizah.

Menurut Adi para bacalon lain harus berfikir keras untuk mengalahkan mesin politik dinasti di Tangsel. Apalagi ditunjuknya Pilar yang merupakan warga Serang menambah kuat aroma dinasti.

"Petahana masih diuntungkan karena rata-rata elektabilitas Bennyamin masih diatas yang lain, makanya bagi kelompok yang ingin mengganti gerbong dinasti ya mesti harus berfikir untuk serius mengalahkan karena masih solid mesin politiknya. Ditunjuknya Pilar sebagai Wakil dan orang Serang bukan Tangsel itu untuk meneguhkan bahwa politik dinasti di Tangsel masih kuat," papar Adi.

Adi juga mengatakan politik dinasti, bisa dikalahkan jika hanya akan ada dua calon yang bersaing di Pilkada Tangsel misalkan antara Ben dan Muhamad. Dari dua calon tersebut akan head to head antara pemilih dinasti dan non dinasti.

"Yang menarik kalau ada dua calon, misalnya head to head antara Muhamad dengan Ben itu baru menarik. Ini akan hadap-hadapan mana kelompok dinasti dan non dinasti, begitu petanya akan cukup dinamis kalau dua calon siapapun yang nentang Ben, baik Muhamad dan Azizah ini akan seru, karena akan terpola pemilihnya antara yang pro dinasti dan non dinasti," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds