Tidak Penuhi Syarat, Ratusan Penumpang Domestik di Bandara Soetta Ditolak Terbang

Keamanan  SELASA, 02 JUNI 2020 , 11:17:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Tidak Penuhi Syarat, Ratusan Penumpang Domestik di Bandara Soetta Ditolak Terbang

Penumpang di Bandara Soetta/AUL

RMOLBANTEN. Lantaran tidak memenuhi syarat laik terbang, ratusan penumpang domestik ditolak di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

"kemarin saja saya dapat laporan barusan lebih dari 100 penumpang Garuda Indonesia yang tidak bisa terbang," kata Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Selasa (2/6).

Alasan penolakan tersebut didominasi oleh syarat terbang yang salah dan sudah kedaluwarsa sehingga tak dapat lagi digunakan. Dimana, salah satu syarat yakni surat pernyataan bebas dari Covid-19 bertupa rapid test dan Polymese Chain Reaction (PCR).

"Salah satu penyebab yang paling banyak calon penumpang adalah dokumen keterangan kesehatan bebas Covid-19, karena Rapid test hanya berlaku tiga hari, sementara PCR tujuh hari, kalau sudah lebih berarti tidak valid," jelas Awaluddin.

Adapun beberapa dokumen yang harus dipenuhi calon penumpang pesawat rute domestik yang tercantum pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 05/2020, yakni:

1. Surat tugas bagi ASN dan TNI/Polri yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat eselon 2.

2. Surat tugas bagi pegawai BUMN/BUMD/UPT/Satker/organisasi non-pemerintah/lembaga usaha, yang ditandatangani oleh direksi/kepala kantor.

3. Menunjukan surat keterangan uji tes Reverse Transcription " Polymese Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku tujuh hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan.

4. Surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter RS/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/Rapid Test.

5. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui Lurah/Kepada Desa setempat.

6. Menunjukkan KTP atau tanda pengenal lain yang sah.

7. Melaporan rencana perjalanan

Sementara itu, surat keterangan rujukan rumah sakit juga harus dilengkapi bagi pasien atau orang yang anggota keluarga inti sakit keras.

Bagi orang yang ingin melakukan perjalanan karena anggota keluarga inti meninggal dunia, diminta melengkapi surat keterangan kematian. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds