Ratusan Reptil Tanpa Dokumen Diamankan Polresta Bandara Soetta

Hukum  JUM'AT, 05 JUNI 2020 , 18:51:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Ratusan Reptil Tanpa Dokumen Diamankan Polresta Bandara Soetta

RIlis tangkapan reptil oleh Polres Soetta/AUL

RMOLBANTEN. Di momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Satreskrim Polresta Bandara berhasil menggagalkan upaya perdagangan hewan liar ilegal di Terminal Cargo, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Yessi Kurniati mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari pengamatan anggota di Terminal Cargo Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Juni 2020, dimana adanya proses pengangkutan barang yang dicurigai.

"Saat diperiksa, ada 4 koli kontainer yang berisi 153 reptil yang kami duga hewan liar," kata Yessi, Jum'at (5/6).

Adapun reptil yang diamankan, yakni jenis Soa Layar, Kadal Lidah Biru, Ular Monopohon, dan Ular Patoa Halmahera.

"Memang keempat reptil tersebut pernah masuk ke hewan dilindungi sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1999, namun pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 16 Tahun 2018 sudah tidak termasuk hewan dilindungi," jelas Yessi.

Namun, meski sudah tidak dilindungi, penangkapan dan pengangkutan keempat hewan tersebut harus disertai dokumen resmi yakni Surat Angkut Tumbuhan dan Hewan Liar Dalam Negeri.

"Pengangkutan hewan liar harus dilengkapi surat angkut tumbuhan satwa liar dalam negeri dan harus dilengkapi surat sehat dari BKSDA setempat, jika tidak menyertakan surat itu, maka dapat dikenakan Pasal 36 Undang-undang Nomor 5 1990 konservasi hewan hayati dan ekosistemnya," jelas Yessi.

Tak hanya itu, pelaku juga dijerat dengan Pasal 87 dan atau Pasal 88 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan dengan ancaman hukuman 2 tahun dan denda maksimal Rp. 2 Milyar.

Sementara itu, Kepala BKSDA Jakarta, Karyadi menuturkan, dari empat jenis reptil tersebut, dua diantaranya masuk dalam apendik 2, dimana penangkapan reptil tersebut harus memiliki izin tangkap.

"Meski memiliki izin tangkap resmi, ada juga kuota yang ditentukan, seperti Ular Monopohon, dalam satu tahun hanya boleh ditangkap 100 ekor," tutupnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds