Kabar Obat Covid-19 Sudah Ditemukan, PBNU: Jika Benar Secepatnya Diproduksi Massal

Kesehatan  SABTU, 13 JUNI 2020 , 20:11:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kabar Obat Covid-19 Sudah Ditemukan, PBNU: Jika Benar Secepatnya Diproduksi Massal

Witjaksono/Net

RMOLBANTEN. Kabar menggembirakan di tengah pandemik virus corona baru atau Covid-19 yaitu terkait penemuan 5 kombinasi obat yang diklaim efektif mengobati pasien terjangkit virus asal kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Penemuan vaksin itu hasil kerja dari tim ahli Universitas Airlangga dan Badan Intelijen Negara (BIN) setelah melakukan eksperimen pada 14 regimen obat.

Lima kombinasi obat itu dikabarkan dapat menekan jumlah virus dari ratusan ribu hingga tidak terdeteksi hanya dalam 24 jam.

Atas penemuan itu, Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N-PBNU), Witjaksono mengapresiasi penemuan obat Covid-19 dari hasil kerjama beberapa pihak dan Universistas Airlangga.

Kelima obat itu, kata Witjaksono, harus segera diaplikasan dengan memproduksi secara massal. Tujuannya untuk mempercepat peningkatan penyembuhan pasien yang terjangkit Covid-19.

"Sebagai Waketum P2N-PBNU, kami apresiasi penemuan ini dan bisa segera diaplikasikan sehingga terjadi percepatan peningkatan penyembuhan positif Covid-19 dan jika memang benar maka secepatnya harus speed up untuk produksi dan penyaluran massal," demikian kata Witjaksono kepada Kantor Berita Politik RMOLID, Sabtu (13/6).

Pada Jumat (12/6), Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair Purwati menjelaskan bahwa, ada beberapa tahap penelitian yang dilakukan BIN dan Unair.

Pertama, pembiakan bermacam-macam jenis sel yang menjadi sel target dari virus sebagai tempat untuk menumbuhkan virus SARS CoV-2 yang sampelnya di dapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan telah mendapatkan sertifikat uji laik etik dari Tim Etik RSUA.

Kedua, Unair melakukan pengujian kombinasi obat pada sel sehat yang dilakukan di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Stem Cell Unair untuk mencari dosis toksik obat tersebut pada sel yang sehat (CC50).

Setelah itu dilakukan pengujian potensi kombinasi obat untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan untuk menghambat replikasi virus sehingga ditemukan IC50 obat terhadap virus.

"Semakin kecil nilainya (IC50) maka obat tersebut semakin besar potensinya untuk membunuh virus tersebut. Uji ini dilakukan di Lab BSL3 Lembaga Penyakit Tropis Unair,” jelas Purwati.

Tahap terakhir adalah mengevaluasi efektifitas kombinasi obat tersebut. Dengan pemeriksaan RT PCR setelah 24 jam kombinasi obat diberikan pada virus tersebut didapatkan hasil virus menjadi tidak terdeteksi dan terjadi peningkatan kadar sitokin anti keradangan dan penurunan sitokin-sitokin keradangan dengan periksaan metode ELISA.

Selain itu, UNAIR bekerjasama dengan Laboratorium Pengolahan Sel Punca ASC untuk melakukan uji efektifitas Haematopoetic Stem Cells (HSCs) Dan Natural Killer (NK) cells terhadap penanganan virus SARS CoV-2 isolat Indonesia tersebut. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds