Covid-19 Runtuhkan Sektor Wisata Di Kabupaten Serang

Pariwisata & Budaya  KAMIS, 18 JUNI 2020 , 02:16:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Covid-19 Runtuhkan Sektor Wisata Di Kabupaten Serang

Press rilis kondisi wisata di Kabupaten Serang/RAG

RMOLBANTEN. Dampak dari Pandemik Covid-19 untuk sektor wisata di Kabupaten Serang lebih parah dibandingkan bencana lainnya.

Begitu kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Hamdani di Anyer Kabupaten Serang, Rabu (17/6).  

"Kondisi paling parah dibanding bencana lainnya. Penurunan pengunjung sampai 0 persen dari sejak kita tutup bulan Maret, sekarang baru ada gerakan lagi," ujarnya.

Untuk sektor pariwisata terutama pantai, kata Hamdani, sudah ditutup sejak bulan Maret termasuk penutupan hotel yang ada di Cinangka dan Anyer.

"Ini dampaknya terhadap karyawan hotel banyak yang dirumahkan, kalau hotel yang punya jaringan di luar masih bisa bagi tugas ke keryawan yang lain," ucapnya.

Dalam rangka menyongsong new normal, pengunjung masih rendah dan masih ada hotel yang tutup tapi ada  persiapan hotel melakukan kegiatan.

"New normal ini walaupun masih banyak pembatasan diupayakan tingkat hunian ada pergerakan walaupun mungkin paling tinggi itu di pangsa 25 persen, karena ada pembatasan tadi itu," ujarnya.

"Ini tentu bisa berdampak positif terhadap hotel terhadap kebutuhan mereka seperti bayar listrik, gaji karyawan itu masih belum bisa, makanya dari Pemda kita lakukan penundaan waktu pembayaran pajak dari masing-masing hotel," ucapnya.

"Sementara mereka sulit bayar hotel karena kondisinya begini, kita berikan kelonggaran waktu penundaan terhadap pajak 3 sampai 6 bulan, kalau sudah ada perubahan kita wajibkan lagi bayar pajak," ujarnya.

Sementara General Manager Hotel Aston Anyer Doddy Fathurahman menuturkan dengan adanya new normal ini sebetulnya kabar baik bagi pariwisata karena sejak dari lebaran ada sedikit kenaikan dari tingkat penghunian.

Kata Doddy sebelumnya hanya 10 persen bahkan lebih buruk dibandingkan pasca tsunami ada kenaikan sampai 20 persen.

"Kami melakukan filtering bagi tamu dari Jakarta, tidak bisa melakukan booking secara online, tetapi kita buka ada lebih dari pengunjung lokal, seperti dari Cilegon, Serang, Tangerang," ucapnya.

"Ini menjadi yang luar biasa bagi kami, memang target market nya kami itu dari Tangerang saja. Tetapi ternyata lokal market pun saat pandemi Covid-19 malah lebih rame," tutupnya. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds