Kecewa Hak Interpelasi Ditunda, Mahasiswa Bawakan Keranda dan Tomat Busuk ke Gedung DPRD Banten

Parlemen  JUM'AT, 26 JUNI 2020 , 19:23:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Kecewa Hak Interpelasi Ditunda, Mahasiswa Bawakan Keranda dan Tomat Busuk ke Gedung DPRD Banten

Demo mahasiswa di DPRD Banten/RAG

RMOLBANTEN. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang membawa keranda mayat dan melemparkan tomat busuk ke Gedung DPRD Provinsi Banten Jum'at, (26/6).

Para demonstran mengaku kecewa atas ditundanya Hak interpelasi terkait merger Bank Banten ke BJB dan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Koordinator Aksi Muhamad Soleh mengatakan, dengan membawa Keranda mayat serta melemparkan tomat busuk sebagai wujud nyata dari matinya serta busuknya kinerja DPRD Provinsi Banten.

DPRD dianggap mati, lantaran enggan melanjutkan Hak Interpelasinya terkait merger Bank Banten dan pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) yang dilakukan Gubenur Banten Wahidin Halim (WH).

"Yang kami bawa hari ini bisa diartikan sebagai matinya keberanian DPRD Banten tidak mau melanjutkan Hak Interpelasi kepada Gubenur Banten," ucap Soleh.

Ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Serang Faisal Dudayef Payumi Padma mengatakan dirinya kecewa atas sikap para anggota DPRD yang kendor terhadap Hak interpelasi.

"Saya kecewa atas ditundanya hak interpelasi kepada Gubernur Banten. Apa ada karena taburan beras sehingga dewan enggan melanjutkan hak interpelasinya," katanya.

Dirinya menjelaskan, pentingnya hak interpelasi karena disitulah Gubenur Banten dapat menjelaskan kepada masyarakat melalui para anggota DPRD terkait pemindahan RKUD dan Merger Bank Banten ke Bank BJB ditengah Pandemi Covid-19.

"Hak interpelasi itu jangan kendor, disinilah seharusnya Gubenur Banten dapat menjelaskan secara detail terkait dirinya memindahan RKUD dan Merger Bank Banten ditengah Pandemi," katanya.

Lanjut Ketua Umum Korps HMI-Wati (Kohati) HMI cabang Serang Iis Solihat  berharap, kepada legislatif mampu bersikap tegas dan menjaga komitmen nya dalam menjalankan fungsinya sebagai Legislator.

Bapak-bapak dan ibu-ibu (Legislatif-red) harus mampu menjaga komitmen nya dalam menjalankan fungsinya salah satunya Pengawasan,” tegas Iis.

Aksi mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian dengan berakhir damai dan tertib serta mematuhi protokol kesehatan. [ars]





Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds