Klarifikasi Camat dan Sekel Berbeda, Bawaslu Tangsel Akan Buktikan di Rapat Pleno

Pemilukada  SABTU, 27 JUNI 2020 , 01:12:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Klarifikasi Camat dan Sekel Berbeda, Bawaslu Tangsel Akan Buktikan di Rapat Pleno

Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep/LAN

RMOLBANTEN. Sekretaris Lurah (Sekel) Jurang Mangu Timur, Sidik telah mengakui jika pesan yang diteruskannya terkait permintaan data didapat dari atasan atau pimpinannya.

Akan tetapi, pada saat itu atasan atau pimpinannya masih belum bisa dipastikan apakah Lurah, Camat atau Walikota Tangsel.

Atasan yang dimaksud Sidik, akhirnya terjawab sudah, pimpinan yang dimaksud yakni Camat Pondok Aren, Makum Sagita dan langsung mendapat panggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel, Jumat (26/6).

Tapi kepada Bawaslu Tangsel, Makum membantah segala tuduhan yang dikatakan Sekel Jurang Mangu Timur, Sidik.

"Ya buktinya bahwa Camat ini dipanggil, artinya bahwa betul sebaran itu Camat. Tapi tadi Pak Camat membantah, kalau itu dia yang mengirim," terang Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep, Jumat (26/6).

Bahkan, permintaan data yang dituliskan dari hasil rapat dengan Camat, Walikota Tangsel, Wakil Walikota dan OPD lainnya juga dibantah mentah-mentah oleh Makum.

Selain itu, Makum juga membantah segala pernyataan yang sudah dikatakan Sidik kepada Bawaslu. Meksi Sidik sudah memperlihatkan bukti pesan dari Camat tersebut kepada Divisi Pengawasan Bawaslu Tangsel.

"Ditanya, jawabannya enggak ada. Jangankan itu, ini WA (Whatsapp) dari bapak bukan? enggak, saya enggak pernah ngirim WA. Loh Sekel bapak ngakuin, enggak saya enggak pernah ngirim WA itu, begitu," kata Acep menirukan jawaban Makum.

Acep juga menjelaskan, Makum memenuhi undangan Divisi Pengawasan Bawaslu Tangsel. Pemanggilan tersebut untuk membantu pihaknya yang saat ini sedang melakukan penelusuran, terkait viralnya potongan gambar permintaan data.

"Ini kan masih dalam rangka penelurusan, jadi kehadiran Pak Camat tadi itu memenuhi undangan Divisi Pengawasan dalam rangka penelusuran berita yang pernah muncul di media online terkait adanya broadcast pengumpulan data begitu yah. Tadi sudah kita minta klarifikasi, minta jawaban dan lain sebagainya, hasilnya nanti akan kita bawa ke rapat pleno," ungkapnya.

Lanjutnya, dalam rapat pleno tersebut keterangan dari Camat, Lurah, Sekel dan staf kelurahan akan diuji kebenarannya dihadapan pimpinan Bawaslu.

Karena, saat ini baik Sidik dan Makum keterangannya saling berlawanan. Makum sebagai Camat membantah jika pesan tersebut dari dirinya. Sedangkan, Sidik mengakui jika pesan tersebut didapat dari Camat.

"Gini, keterangan Pak Camat ini kan dijadikan keterangan dia mengisi berita acara dan lain sebagainya. Kemudian dibawa ke rapat pleno, rapat pleno nanti adalah bagaimana pimpinan Bawaslu berpendapat hasil penulusuran itu. Jadi nanti diuji keterangan Sekel, Lurah, dari staf Jurang Mangu Timur dengan keterangan dari Camat diuji masing-masing pimpinan, nah pleno lah nanti pimpinan seperti apa," papar Acep.

Meski begitu, Acep masih belum melihat kasus ini apakah ada yang mengarahkan untuk memihak ke salah satu bakal calon (Bacalon) Walikota dan Wakil Walikota Tangsel.

Karena, sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 2015 terkait netralitas ASN. ASN tidak boleh berpihak, tidak boleh mengarahkan. Untuk itu, pihaknya masih butuh penelusuran lebih dalam.

"Kalau saya lihat, ini kan kita ngelihat dari broadcast yang sudah tersebar di media, broadcast ini kan yang kita cari itu soal adakah pengarahan. Dari broadcast itu sudah ada arahan belum, untuk kemana kan belum. Maka kami perlu statmen dari orang yang mengirimkan broadcast itu, makanya disebut penelusuran. Makanya nanti keputusan pleno misalnya ini dinaikan ke pelanggaran atau masih terus kepenelusuran, apakah sudah cukup bukti-buktinya apa belum," jelasnya.

Sebelumnya, kepada awak media, Camat Pondok Aren Makum Sagita mengatakan, bahwa kedatangannya ke Kantor Bawaslu Tangsel hanya ingin mengklarifikasi

"Cuman klarifikasi saja, udah enggak ada apa-apa kita, enggak ada instruksi apa-apa. Enggak ada itu, orang yang saling salah paham itu, pengen ini pengen itu. Ya namanya, kita enggak akan mengadakan kemana-mana," tutur Makum di Kantor Bawaslu, Jumat (26/6).

Dihadapan Bawaslu, Makum membatah semua tuduhan Sekretris Lurah (Sekel) Jurang Mangu Timur, Sidik saat dipanggil Bawaslu pada Rabu (24/6).

"Ada tiga pertanyaan terkait, saya bilang saya tidak ada sangkut pautnya soal itu. Justru itu saya mau klarifikasi lagi sama Pak Sekel," ujarnya.

Bahkan, tuduhan yang dikatakan Sekel Jurang Mangu Timur, Sidik yang mengatakan mendapat pesan dari atasan pimpinan merupakan fitnah.

"Jelas fitnah, makanya mau saya coba (klarifikasi)," terang Makum. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds