Jokowi Kepikiran Rombak Kabinet Karena Liat Para Menteri Tidak Punya Sense Of Crisis

Politik  SENIN, 29 JUNI 2020 , 01:28:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Jokowi Kepikiran Rombak Kabinet Karena Liat Para Menteri Tidak Punya Sense Of Crisis

Presiden Joko Widodo/Repro

RMOLBANTEN. Dalam arahannya kepada para menterinya, Presiden Joko Widodo kepikiran untuk merombak kabinet kerja Indonesia Maju. Alasan dasarnya, para pembantunya bekerja biasa-biasa saja dalam situasi krisis pandemik Covid-19.

Menurut Jokowi, terdapat sejumlah pembantunya yang dalam belanja kementerian tidak secara maksimal.

Seperti Kementerian Kesehatan yang baru turun 1,39 persen, padahal sudah dianggarkan lebih dari Rp 70 triliun.

Jokowi menyesali menterinya yang menganggap situasi saat ini dianggap normal dan tidak memiliki sense of crisis.

"Sekali lagi tolong, ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu,” tegas Jokowi dalam video sidang kabinet paripurna pada tanggal 18 Juni 2020 dilansir dari laman Youtub Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

Jokowi mendesak agar menterinya melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam situasi krisis saat ini untuk ratusan juta rakyat Indonesia.

"Langkah-langkah extra ordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan," katanya.

"Akan saya buka. Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara,” sambung Jokowi.

Secara blak-blakan Jokowi berpikir melakukan perombakan kabinet kerja Indonesia Maju lantaran tidak memiliki perasaan yang sama dengan rakyat.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan," tegasnya.

Jokowi meminta agar seluruh pembantunya di pemerintahan bekerja keras untuk rakyat dan akan meneken perppu maupun perpres jika diperlukan untuk segera menggelontorkan dana Rp 695,2 triliun untuk hajat hidup rakyat Indonesia.

"Kerja keras, dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Sekali lagi kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan. Saya rasa itu,” demikian Presiden Joko Widodo. [dzk]



Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds