Pastikan Marger Tetap Jalan, WH Klaim Saat Ini Fokus Sehatkan Bank Banten Dulu

Pemprov Banten  SELASA, 30 JUNI 2020 , 01:54:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Pastikan <i>Marger</i> Tetap Jalan, WH Klaim Saat Ini Fokus Sehatkan Bank Banten Dulu

Gubernur Banten, Wahidin Halim/Rus

RMOLBANTEN. Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memastikan proses marger Bank Banten akan terus berjalan. Namun sebelumnya, ia akan  fokus kepada upaya penyehatan bank tersebut terlebih dahulu.

"Kita sekarang fokus ke penyehatan Bank Banten dulu. Setelah sehat, arahannya nanti ke marger dengan bank syariah atau tetap menjadi Bank Banten nanti kita bicarakan," kata WH, dalam siaran persnya dihadapan wartawan dirumah dinasnya, Senin (29/6).

WH menjelaskan, untuk proses penyehatan itu, kita akan mematuhi apa-apa yang telah direkomendasikan dari OJK beberapa waktu yang lalu, salah satunya mengkonversi dana Kas Daerah (Kasda) Pemprov Banten yang tertahan di Bank Banten menjadi penyertaan modal.

"Selain itu kita juga sedang mempersiapkan proposal skema penyehatan yang akan dilakukan untuk kemudian kita ajukan ke OJK," ujarnya.

Skema penyehatan itu, lanjut WH, selain melalui penyertaan modal, Bank Banten juga bisa melakukan right issue untuk mencari tambahan modal perseroan.

"Kalau sudah sehat, baru bisa dilakukan marger atau tidaknya nanti kita lihat perkembangan," katanya.

Kepala departemen pengawasan bank I OJK Hizbullah beberapa waktu lalu ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait masa depan Bank Banten pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov Banten selaku PSPT.

Apapun kebijakan yang diambil oleh Pemprov, baik itu tetap mempertahankan Bank Banten atau melakukan penggabungan dengan Bank BJB.

"Ya itu terserah Pemprov Banten yang mempunyai saham mayoritas di Bank Banten, mau marger atau tetap mempertahankan Bank Banten," katanya.

Menanggapi hal tersebut pengamat ekonomi Untirta Serang Elvin Bastian mengatakan, jika Pemprov Banten menginginkan marger dengan Bank BJB Syariah setelah Bank Banten ini dikatakan sehat, itu bisa saja dilakukan dan bisa dijadikan sebagai tempat penyimpanan RKUD Pemprov Banten seperti yang diamanahkan dalam PP nomor 12 tahun 2019 yang mengamanahkan bahwa penyimpanan Kasda harus ditempatkan pada bank umum yang dalam kondisi sehat.

"Pada hakikatnya Bank BJB Syariah itu merupakan divisi dari BJB, bisa digunakan untuk penyimpanan Kasda. Karena induknya BJB yang konvensional," katanya.

Kecuali, lanjut Elvin, jika management Bank BJB dengan BJB Syariah terpisah, itu baru tidak bisa. Contohnya seperti bank Mandiri dengan Bank Mandiri Syariah (BSM), itu tidak bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan Kasda, karena beda managemen.

"Walaupun pada hakikatnya sahamnya sama-sama bank mandiri," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds