Perintah Jenderal Idham Azis Ke Kabareskrim, Tindak Tegas Penyeleweng Dana Covid-19

Hukum  RABU, 01 JULI 2020 , 20:25:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Perintah Jenderal Idham Azis Ke Kabareskrim, Tindak Tegas Penyeleweng Dana Covid-19

Irjen Argo Yuwono/RMOLID

RMOLBANTEN. Polri memastikan akan mengawasi secara ketat anggaran penanganan pandemi virus corona (Covid-19) sehingga tidak ada penyalahgunaan atau penyelewengan.

Perintah tegas sendiri sudah disampaikan Kapolri Jenderal Idham Azis kepada Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan usai upacara HUT Bhayangkara di Bareskrim Polri, Rabu (1/7).

"Bapak Kapolri sudah perintahkan Kabareskrim dan sudah diteruskan ke jajaran dibawah Direktorat Reserse untuk mengawasi berkaitan dengan anggaran Covid-19 yang bersumber dari APBN,” terang Argo.

Perintah melakukan pengawasan sekaligus memantau anggaran Covid-19 ini dituangkan oleh Kapolri melalui Surat Telegram (TR).

Bareskrim Polri, sambung Argo akan melakukan pengawasan.

Jika seandainya ditemukan pelanggaran tindak pidana korupsi, Korps Bhayangkara tidak segan untuk memberikan tindakan tegas.

"Kita proses intinya, kalau kita temukan (dugaan korupsi) kita proses, itu sudah komitmen dari bapak Kapolri,” tekan Argo.

Polri tidak hanya melakukan pengawasan melainkan juga memberikan pemahaman dan edukasi dalam rangka mencegah sehingga tidak terjadi penyelewengan Covid-19.

"Kita awalnya tetap melakukan pencegahan. Pencegahan kita sampaikan kepada yang menggunakan anggaran dana Covid-19, ini kita edukasi jangan sampai diselewengkan,” papar Argo.

Diketahui, Presiden Jokowi mengingatkan agar Aparat Penegak Hukum (APH) berani menindak tegas dan 'menggigit' penyelenggara negara yang terindikasi atau terbukti melakukan korupsi anggaran penanganan dampak virus corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 677,2 triliun.

"Pemerintah tidak main-main soal akuntabilitas. Pencegahan diutamakan, tata kelola yang baik didahulukan. Tetapi, kalau masih ada yang bandel niat korupsi, ada mens rea, maka silahkan bapak ibu digigit dengan keras uang negara harus diselamatkan," ujarnya saat membuka rakornas pengawasan intern pemerintah di Istana Merdeka, Senin (15/6). [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds