Pajak Daerah Pemprov Banten Turun 35 Persen, Covid-19 Dituding Jadi Biang Kerok

Pemprov Banten  KAMIS, 02 JULI 2020 , 02:30:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Pajak Daerah Pemprov Banten Turun 35 Persen, Covid-19 Dituding Jadi Biang Kerok

Kepala Bapenda Banten, Opar Sohari/Net

RMOLBANTEN. Target pencapaian pajak daerah yang dipungut oleh  Pemprov Banten pada tahun anggaran murni 2020 menurun sebesar 35 persen, dari angka semula 7,7 persen menjadi 6,1 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten Opar Sohari, Rabu (1/7).
   
Penurunan target lantaran Pandemik Covid-19, berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor, terutama roda dua.

"Dalam kondisi normal, penjualan kendaraan bermotor di Provinsi Banten mencapai 40 ribu unit pertahun. Tapi sekarang, hingga memasuki pertengahan tahun baru 300 unit yang terjual. Ada penurunan sebesar 60 persen," terang Opar.
   
Untuk penarikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga terjadi penurunan yang cukup signifikan, apalagi pada saat awal-awal ketika Pemprov Banten mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bencana non alam, pendapatan dari sektor PKB hanya mampu menyerap Rp 2 miliar perhari, padahal dalam kondisi normal mencapai Rp 23 sampai Rp 25 miliar.

"Tapi sekarang sudah mulai membaik, Alhamdulillah. Ada peningkatan sebesar Rp 7 miliar perhari," ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan pada Bapenda Banten Abadi Nur Wanto mengatakan, memasuki masa transisi menjelang new normal seluruh Gerai Samsat di Provinsi Banten sudah mulai beroperasi seperti semula, namun tetap menggunakan protokol kesehatan.

"Sudah. Sudah mulai beroperasi. Jadi masyarakat yang mau mengurus masalah pajak bisa langsung datang ke kantor Samsat terdekat," katanya.

Untuk menggenjot pendapatan dari sektor pajak PKB ini, lanjut Abadi, pihaknya menerapkan kebijakan bebas denda pajak sampai Agustus 2020, balik nama, mengubah bentuk dan bebas tarif progresif.

"Semua itu kami longgarkan agar daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor kembali tumbuh," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds