Pengejaran Anggota Abu Sayyaf, Empat Tentara Filipina Tewas Ditembaki Polis

Internasional  KAMIS, 02 JULI 2020 , 17:08:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pengejaran Anggota Abu Sayyaf,  Empat Tentara Filipina Tewas Ditembaki Polis

Menhan Filipina Delfin Lorenzana/Net

RMOLBANTEN. Empat tentara Filipina tewas ditembak oleh polisi di selatan negara. Atas kejadian itu, emerintah Filipina sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut atas tewasnya keempat tentara itu.

Menteri pertahanan Filipina sendiri bersumpah akan menyelidiki kasus ini hingga ke akarnya.

Menurut pihak militer, penembakan itu terjadi saat para prajurit berpakaian preman sedang mengejar pembuat bom dan pelaku bom bunuh diri yang diketahui sebagai anggota kelompok militan Abu Sayyaf.

Beberapa polisi di provinsi Sulu, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim itu malah menyerang para tentara berpakaian preman itu.

Panglima Angkatan Darat Filipina Gilbert Gapay menuduh sembilan perwira ikut terlibat membunuh para tentara itu, sementara Kepolisian Nasional Filipina menggambarkan penembakan itu sebagai salah perhitungan.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana, sangat menyayangkan kejadian insiden penembakan itu.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Biro Investigasi Nasional (NBI) Filipina  sedang menyelidiki insiden tersebut. Lorenzana juga mengatakan temuan itu harus segera dirilis.

"Kami tidak ingin ini meningkat. Kami akan membahas ini,” katanya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/7).

Pihak tentara menuduh polisi tetap menembaki  bahkan setelah mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota militer.

"Para petugas polisi yang terlibat telah ditahan saat penyelidikan sedang berlangsung,” kata Eduardo Ano, Sekretaris Dalam Negeri Filipina.

Presiden Rodrigo Duterte dikabarkan akan mengunjungi komandan polisi dan militer di selatan, kata juru bicaranya Harry Roque, tanpa menyebutkan kapan pastinya.

Kelompok teroris Abu Sayyaf bermarkas di selatan dan terlibat dalam pemboman serta penculikan turis dan misionaris Barat untuk tebusan sejak awal 1990-an.

Mereka juga memiliki ikatan dengan militan Negara Islam yang ingin mendirikan kekhalifahan di Asia Tenggara. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds