Hostel Dijadikan Sarang Prostitusi, Pemkot Tangsel Akan Cek IMB

Keamanan  KAMIS, 02 JULI 2020 , 21:42:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Hostel Dijadikan Sarang Prostitusi, Pemkot Tangsel Akan Cek IMB

Razia Satpol PP di Hostel/LAN

RMOLBANTEN. Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring di Tangsel, mayoritas menjajakan dirinya melalui online dan menetap di beberapa hostel.

Hostel yang sering dijadikan praktik prostitusi yakni OYO, Reddoorz, Kinari Residence dan juga ada berapa apartemen di wilayah Tangsel.

Bahkan, bangunan hostel tersebut merupakan bangunan layaknya rumah. Hanya saja, dimodifikasi menyerupai hotel dengan beberapa kamar yang tersedia.

Untuk itu, Walikota Tangsel Benyamin Davnie akan mengecek perizinan hostel-hostel yang dijadikan praktik prostitusi.

"Izin bangunannya ya biasa aja, nanti kita coba lihat perizinannya seperti apa. Dia IMB-nya jenis apa," ujar Benyamin di Kecamatan Pamulang, Kamis (2/7).

Benyamin juga menyarankan Satpol PP Tangsel agar memberikan laporan perizinan bangunan disetiap melakukan operasinya. Dan, selanjutnya bisa dilaporkan ke Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

"Nanti Satpol PP bikin laporan izinnya ke Walikota," tuturnya.

Lanjut Ben, dirinya akan terus memerintahkan Satpol PP untuk rutin melakukan operasi disejumlah hotel dan kosan yang disinyalir menjadi tempat prostitusi.

"Engga ada toleransi buat yang kayak gitu. Saya perintahkan Satpol PP tegakkan aturan. Dalam masa PSBB ini jangan ada yang coba-coba cari celah," lanjut Benyamin.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel, kembali merazia hostel yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi dan sudah banyak mendapat laporan dari masyarakat.

Kali ini menyasar hostel bernama Kinari Residence, OYO dan Reddoorz yang berlokasi di wilayah Serpong, Tangsel pada, Jumat (26/6) dini hari.

Dari tiga lokasi tersebut, Satpol PP Tangsel mengamankan delapan pasangan selingkuh dan tiga wanita yang menjajakan dirinya atau wanita pekerja seks komersial (PSK) di hostel tersebut.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al Fakchry mengatakan, dari razia tersebut Satpol PP mengamankan 22 orang.

"Ada 22 orang. Iya pasangan selingkuh, ada 8 pasang selingkuh, 3 cewek dia jualan. Dia BO (booking online)," tutur Muksin saat dikonfirmasi, Jumat (26/6).

Lanjut Muksin, banyaknya wanita BO yang menjual jasanya di beberapa hostel di Tangsel, karena karaoke dan panti pijat masih dilarang untuk berbuka sepanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu, diketahui saat wanita BO dimintai keterangan di Kantor Satpol PP Tangsel.

"Iya kan tempat hiburan ditutup semua, karaoke, massage. Ya kan terus dia bilang ini sudah berapa bulan lah kita bisa kaga makan ini. Makannya dia BO di hotel-hotel, kan mereka banyak langganan," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds