PAD Melempem, DPRD Dorong Kenaikan Pajak Parkir Di Kota Serang

Parlemen  JUM'AT, 03 JULI 2020 , 19:08:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

PAD Melempem, DPRD Dorong Kenaikan Pajak Parkir Di Kota Serang

Ilustrasi/NET

RMOLBANTEN. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang mengusulkan kenaikan parkir khusus sebesar lima persen dari sebelumnya 20 persen menjadi 25 persen.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi kepada awak media melalu sambungan telepon seluler, Jumat (3/7).

"Perwal parkir kan saat ini, masih direvisi, yang direvisi itu terkait masuk pajak ke kitanya (Pemkot). Saya pengen naik (Pajak) kalau hak naik percuma dong," ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini keuangan daerah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus merosot akibat Covid-19. Sehingga, diperlukan upaya dan terobosan untuk kembali meningkatkan PAD itu.

"Direvisi tentang kenaikan pajaknya, kita ini lagi kekurangan duit gara-gara Covid-19. Syukur kalau bisa meningkat (PAD) bertahan saja sudah bagus," ucapnya.

Sebetulnya, kata dia, usulan kenaikan pajak parkir sudah didorong olehnya sejak periode lalu atau saat masih menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Serang. Terlebih, target pendapatan parkir yang dibebankan kepada OPD terkait selalu tidak tercapai.

"Nah itu dalam rangka menutup kebocoran pajak parkir di Dishub kan dulu sudah saya marahin terus Dishub," terangnya.

Ia menilai, dengan Perwal saja sudah cukup untuk menciptakan regulasi kenaikan pajak parkir. Karena, jika menunggu Perda yang saat ini masih dalam pembahasan. Akan memakan waktu yang lama.

"Perwal saja bisa Tangsel bisa pake Perwal apalagi didorong dengan Perda sudah lama kan di dorong nya cuma ini kan karena Corona. Yang tugasnya mendorong investor kan kepala daerah bukan saya, tapi kita bersama-sama dengan kepala daerah untuk bersama-sama mencari investor," ujarnya.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, adanya Perwal itu untuk mengatur titik-titik parkir di Kota Serang. Sehingga, perusahaan dan perkantoran yang ada di Kota Serang akan diwajibkan membayar pajak parkir.

"Saat ini titik-titik parkir itu acak-acakan, kemudian para pengusaha di Kota Serang ini tidak dipungut parkir. Perkantoran, sekolah, perguruan tinggi, dan lain sebagainya tidak dipungut parkir," pungkasnya. [ars]





Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds