Digilir 8 Pemuda, Infeksi Berat Mulut Rahim Jadi Penyebab ABG Ini Meninggal Dunia

Hukum  SENIN, 06 JULI 2020 , 14:56:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Digilir 8 Pemuda, Infeksi Berat Mulut Rahim Jadi Penyebab ABG Ini Meninggal Dunia

Kapolsek Pagedangan, AKP Efri/LAN

RMOLBANTEN. Hasil forensik jenazah OR (16) warga Serpong Utara, Tangsel korban pemerkosaan yang dilakukan delapan pemuda asal Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang telah diterima Polsek Pagedangan.

Dari hasil tersebut, diketahui yang menjadi penyebab OR meninggal bukanlah karena eximer. Seperti dugaan awal OR meninggal karema eximer.

"Hasil otopsi, tidak ditemukan eximer di dalam tubuh, karena mungkin sudah lama. Intinya di dalam tubuh tidak ditemukan lagi. Penyebab kematian karena eksimer, bisa kita bantah karena tidak ada zat eksimer di tubuhnya. Ini sudah final," terang Kapolsek Pagedangan, AKP Efri di Mapolsek Pagedangan, Senin (6/7).

Lanjut Efri, OR meninggal karena adanya infeksi berat di mulut rahim OR sehabis diperkosa delapan pemuda.

"Karena memar di mulut rahim, dapat menimbulkan infeksi hebat, itu yang menyebabkan korban meninggal," ujarnya.

Sebelumnya dari hasil otopsi yang dilakukan Kepolisian resor (Polres) Tangsel bersama dengan tim DVI Forensik Mabes Polri pada Rabu (17/6) lalu, juga ditemukan adanya bekas persetubuhan.

"Hasil otopsi hari ini masih menunggu hasil resmi kurang lebih selama 14 hari kedepan. Ya tapi memang, tadi ada beberapa hal yang sudah ditemukan seperti adanya bekas persetubuhan ditubuh korban. Tapi untuk hasil-hasil yang lain kita masih menunggu dari Lab maupun dari hasil medis yang dilakukan," jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono dilokasi, Rabu (17/6).

Diketahui, OR diperkosa setelah menenggak tiga buti pil eximer. Namun, ia belum bisa memastikan penyebab kematian OR apakah karena eximer atau pemerkosaan.

"Saya tidak bisa menyimpulkan sementara. Pada intinya, sementara ini persetubuhan yang dilakukan oleh para pelaku itu sudah kita nyatakan telah terjadi pada korban. Jadi tadi dijelaskan forensik, kita menunggu dari hasil Lab, apakah memang eximer terdapat ditubuh korban," terangnya.

Lanjut Wibi, otopsi ini dilakukan untuk mencari titik terang kasus pemerkosaan anak dibawah umur.

"Otopsi dilakukan untuk menemukan titik terang," kata Wibi. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds