Sejak Awal Juni Pergerakan Pesawat Meningkat Signifikan

Ekbis  SENIN, 06 JULI 2020 , 18:48:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Sejak Awal Juni Pergerakan Pesawat Meningkat Signifikan

Ilustrasi/NET

RMOLBANTEN. Dunia penerbangan Indonesia telah berangsur normal, hal tersebut membuat Perusahaan Umum Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, menyatakan siap mengelola pergerakan pesawat udara (traffic movement) yang berangsur meningkat di seluruh ruang udara Indonesia.

Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno, mengatakan data traffic movement yang dihimpun oleh AirNav Indonesia menunjukkan tren peningkatan sejak awal Juni 2020 hingga awal Juli 2020 dibandingkan dengan bulan Mei 2020.

Total pergerakan pesawat udara yang kami kelola di 285 Cabang pada bulan Juni 2020 adalah 51.228 pergerakan, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan Mei 2020 sebanyak 27.433 pergerakan, "kata Pramintohadi, Senin (6/7).

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, lanjut Pramintohadi, peningkatan ini masih belum signifikan. Pasalnya, data traffic movement pada Mei 2019 adalah sebanyak 162.426 pergerakan dan untuk Juni 2019 sebanyak 169.248 pergerakan.

"AirNav Indonesia melayani total 657.554 pergerakan pesawat udara sampai dengan kuartal kedua 2020. Sedangkan pada kuartal kedua 2019, AirNav Indonesia melayani 1.000.635 pergerakan pesawat udara, sehingga pada Januari sampai dengan Maret 2020 masih dalam kondisi normal, penurunan signifikan memang terjadi pada April sampai dengan Juni 2020 akibat pandemi COVID-19," ujar Pramintohadi.

Ia pun mengungkapkan, AirNav Indonesia memanfaatkan periode low traffic ini untuk melakukan uji coba prosedur user preferred route (UPR) yang dapat meningkatkan efisiensi penerbangan lintas udara (overfly) mulai 8 Juni 2020 lalu sampai dengan 30 Agustus 2020 mendatang.

"UPR memangkas jarak tempuh penerbangan lintas internasional yang melewati ruang udara Indonesia. Pemangkasan jarak tempuh ini diikuti dengan optimalisasi performa pesawat udara menjadi seefisien mungkin sehingga menurunkan konsumsi dan emisi bahan bakar pesawat udara," ungkapnya.

Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan AirNav Indonesia agar industri penerbangan Indonesia menjadi lebih ramah lingkungan.

"UPR dapat digunakan oleh penerbangan lintas udara yang terbang pada ketinggian 35.000 - 60.000 kaki di atas permukaan air laut," ucapnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds