Pemerintah Akan Telusuri Aset Pelaku Pembobolan Bank BNI Di Luar Negeri

Hukum  KAMIS, 09 JULI 2020 , 19:21:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Pemerintah Akan Telusuri Aset Pelaku Pembobolan Bank BNI Di Luar Negeri

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna/AUL

RMOLBANTEN. Pemerintah Indonesia bakal mendata aset milik buronan pembobol Bank BNI senilai Rp 1,2 Triliun, Marie Pauline Lumowa di luar negeri.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengatakan, hal tersebut sebagai bagian dari upaya hukum yang harus dilakukan oleh Indonesia.

"Soal aset recovery, tentu kita akan menempuh semua upaya hukum kita akan melakukan integelensi stamp, melakukan freeze the asset, kemudian blokir akun, dan lainnya," tutur Yasonna, di Terminal VIP Bandara Soekarno Hatta, Kamis (9/7).

Namun, sebelum mendata aset Maria, proses hukum yang dilakukan melalui Bareskrim Polri akan mendata seluruh aset pelaku, yang diduga terdapat uang Rp. 1,2 Triliun tersebut. Dari sana akan terlihat, aset milik tersangka berada dimana saja. Baik yang berada di Indonesia, Singapura, Belanda ataupun di Serbia.

"Semua akan terlacak, akan terlihat ada dimana saja," kata Yasonna.

Meski begitu, Yasonna menduga seluruh uang hasil pembobolan senilai Rp. 1,2 triliun tersebut digunakan untuk kesenangan pribadi pelaku bersama 10 orang pelaku lainnya yang saat ini telah diproses hukum terlebih dahulu.

"Uangnya digunakan untuk kesenangan sendiri, karena melakukannya bersama 10 orang lainnya," tuturnya.

Untuk diketahui, Maria Pauline mendarat di Indonesia disertai dengan pengawasan ketat dari kepolisian. Bahkan, selama di dalam pesawat Maria juga diborgol untuk alasan keselamatan penerbangan. Tak hanya itu, Maria juga didampingi oleh Bareskrim Polri dan dijaga selama penerbangan menuju Indonesia. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds