Diduga Yang Buat Tewas Anak, Dua Ular Sanca Panjang 4 Meter Ditangkap Damkar Tangsel

Keamanan  JUM'AT, 10 JULI 2020 , 15:53:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Diduga Yang Buat Tewas Anak, Dua Ular Sanca Panjang 4 Meter Ditangkap Damkar Tangsel

Petugas Damkar Tangsel dan tangkapan Ular Sanca/Lan

RMOLBANTEN. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel melakukan penyisiran disekitar lokasi kejadian tewasnya bocah dililit ular di Jalan Ciater Raya, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel pada Senin (6/7) malam lalu.

"Pasca kejadian memang kita terus melakukan penyisiran untuk menemukan ular tersebut, tujuannya untuk mengatasi keresahan masyarakat karena ular sudah memakan korban. Kita mulai dari malam pasca kejadian, langsung melakukan penyisiran kemudian dilanjutkan pagi harinya hari selasa pagi dan malam," terang  Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, Uci Sanusi di Kantor Damkar Tangsel, Serpong Utara, Jumat (10/7).

Bahkan, anggota Damkar Tangsel berdiskusi dengan komunitas reptil dan warga sekitar untuk mencari tahu kapan waktu ular keluar mencari makan.

"Menurut informasi ular keluar pada pukul 21.00 WIB untuk cari makan, kemudian hari Rabu juga kita lakukan penyisiran sampai malam ya 3 hari berturut- turut kita lakukan pencarian, namun memang tiga hari kemarin tidak membuahkan hasil," ujarnya.

Kata Uci, akhirnya dari penyisiran anggota Damkar Tangsel membuahkan hasil didapati dua ekor sanca berukuran besar sepanjang tiga meter dan empat meter.

"Tadi malam dengan dibantu warga setempat baru kita mendapatkan dua ekor yang kita tangkap ada 4 meter dan 3 meter. Penangkapam pertama yang 4 meter sekitar pukul 23.30 WIB, kemudian sekitar pukul 02.00 WIB dini hari kita temukan lagi yang 3 meter kita temukan disekitar lokasi kejadian korban," papar Uci.

Ular sanca tersebut diduga merupakan ular yang melilit leher remaja hingga tewas.

"Ya kita menduga mungkin ular itu, karena pada jam kejadian sekitar jam segitu warga juga menginfokan kalau ular sedang keluar dari sarangnya, ya kita menduga ular ini yang melilit korban," terangnya.

Uci juga mengimbau kepada warga sekitar, jika menemukan ular segera melaporkan ke pihak RT atau jika ingin menangkapnya harus menggunakan alat yang memadai.

"Tim kita memang terus melakukan penyisiran, pasca kejadian ini. Warga juga kita imbau untuk tidak bertindak sendiri ketika ada ular jenis apapun sehingga kejadian kemarin tidak terulang, apabila menemukan ular, dan bisa menangani sendiri harus hati- hati, atau bisa menghubungi kami untuk menangkapnya," tandas Uci.

Sebelumnya, remaja bernama Yusup Maulana, harus meregang nyawa setelah lehernya dililit ular sanca sepanjang kurang lebih 5 meter, pada Senin (6/7) malam hari di Kali Sektor XII, Jalan Angsana, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel.

Dari penuturan saksi mata, Dias (16), korban yang ingin buang air kecil di pinggiran kali, melihat ular sanca. Dan, dengan sigap langsung menangkap.

"Jadia dia lagi kencing, nah dia liat ular sama dia di tarik dibawa kesini. Kepalanya sudah dipegang cuman buntutnya ngelilit ke leher," ujar Dias dilokasi, Selasa (7/7).

Korban yang diketahui bersama dua rekannya, tak bisa berbuat banyak melihat Yusup terlilit ular sebesar tiang listrik. Kedua temannya akhirnya berusaha meminta bantuan, namun tidak ada yang berani menolong.

"Temennya sudah bantuin cuman enggak kebadanan, dia enggak kuat narik buntutnya. Orang yang ngeliat pada takut bantuin katanya, dililit terus sampe meninggal di tempat," katanya.

Dias yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku sering kali melihat beberapa ular dengan ukuran yang berbeda.

"Banyak disini mah emang, emang banyak di kali sini. Tapi belum ada korban," pungkas Dias. [ars]






Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds